Hukum & KriminalNasional

Peringati Hari Anak Nasional, PKK Cot Mane Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

image_pdf
BeritaNasional.ID, Aceh Utara – Memperingati hari anak nasional 2019, Pemberdayaan kesejahtraan keluarga (PKK) Desa Cot Mane Kecamatan Baktiya, Aceh Utara mensosialisikan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Rabu (24/7/2019).
Ketua Pemberdayaan Kesejahtraan keluarga (PKK) Desa Cot Mane, Ufni Jailani Kepada Wartawan menjelaskan, meskipun sekarang ini, Aceh telah memiliki qanun tentang perlindungan perempuan dan anak, namun  realita yang terjadi khususnya di Aceh Utara untuk saat ini sangat memprihatinkan.
” Tujuan kita melakukan sosialisasi ini agar masyarakat harus peka terhadap anak-anak dan lingkungan sekitar,” ujar Ufni Jailani yang juga mantan aktifis Perempuan Aceh.

Dalam materinya, LBH APIK Aceh Utara, Faridah Hanum menyampaikan bahwa pelecehan yang terjadi tidak harus dengan bersetubuh, tetapi  dengan menyentuh dan melakukan hal-hal di luar kewajaran juga menjadi pemicu utama bagi si anak. Perbuatan tersebut akan membuat trauma besar bagi si anak, terlebih jika pelecehan itu terjadi pada anak usia dini.

” Kasus yang sering terjadi sekarang kebanyakan yang melakukan adalah orang-orang terdekat dari korban. Dengan fakta tersebut, masyarakat berharap pemerintah untuk segera mengambil tindakkan tegas untuk mengantisipasi kekerasan seksual yang terjadi di aceh.” Ujar Faridah Hanum.

Menurut Faridah, Pemerintah wajib memberi jaminan khusus kepada korban  mengalami kekerasan seksual, untuk  menjamin dan memastikan adanya perlindungan dan pemulihan bagi korban kekerasan seksual yang terus meningkat baik  pemerintah Aceh maupuan pemerintah Aceh Utara khususnya.

Kepala Desa Cot Mane, Muhammad Hazral Kepada Wartawan BeritaNasional.ID menjelaskan, lemahnya pemahaman masyarakat tentang kekerasan seksual di Aceh Utara  yang masih menganggap perempuan sebagai penjaga moral keluarga dan anak, namun saat ini masih mengakibatkan penanganan kasus kekerasan seksual tidak dapat diselesaikan secara baik. ” Ironisnya kaum perempuan yang seharusnya mendapat perlindungan justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dianggap sebagai pemicu terjadinya kekerasan seksual.” ungakap Muhammad Hazral.

Sementara P2TP2A Aceh Utara, Eliati Menyampaikan bahwa P2TP2A Aceh Utara siap mendampingi kasus-kasus yang terjadi di Aceh utara.  “Sebenarnya Aceh memiliki Qanun (Perda) No.6 Tahun 2009 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan di Aceh, dan Qanun No.11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak, namun sayangnya belum diimplementasikan dengan baik. Hal ini berdampak pada kondisi korban tidak mendapatkan layanan yang mendukung bagi pemulihan korban kekerasan seksual, justru sebaliknya kondisi korban semakin terpuruk.”  jelas Eliati.(Khaini).

Author: Bulkhaini Ahmad

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close