Perkuat PGRI Jember, TIM LKBH Jelaskan Dualisme PGRI

BeritaNasional.ID, JEMBER JATIM – Hari ini, ahad (24/8) Sekjen LKBH PB PGRI, H. Sugiono Eksantoso, memberikan penguatan dan pembekalan kepada Pengurus PGRI Kabupaten Jember yang baru saja dilantik.
“Sampai saat ini dengan putusan kasasi nomor 333 K/MA/2025 menyebutkan PGRI dari Pusat hingga ke Daerah masih ada dualisme. Kedua kubu sama-sama memiliki SK AHU. 1 SK AHU milik H. Teguh Suamarno dan 3 SK AHU Unifah Rosyidi berlaku,” jelasnya.
Atas dualisme tersebut, Teguh Sumarno mengajukan ke PT TUN, dan PT TUN membatalkan SK AHU Unifah Rosidi tertanggal 18 dan 20 November 2023. Kemudian Unifah Rosidi mengajukan banding (Kasasi) ke MA, yang memutuskan, MA mencabut keputusan PT TUN.
Artinya, SK AHU Unifah Rasidi tertanggal 18 dan 20 November 2023 dinyatakan tidak berlaku oleh PT TUN, oleh Kasasi MA kedua AHU tersebut dinyatakan berlaku lagi. Sedangkan putusan yang lain di-NO-kan, tidak diterima.
Sehingga, sampai hari ini PGRI, baik tingkat Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota masih dualisme. Informasi tersebut harus diketahui oleh seluruh Pengurus PGRI, termasuk Pengurus PGRI Kabupaten Jember.
“Karena pihak sebelah mengatakan, bahwa Kasasi di MA Unifah Rosidi menang. Ini kan termasuk informasi yang sesat dan salah. Sehingga perlu diluruskan. Tadi TIM LKBH PGRI Jermber, Imam Haironi, Supriyono, dan saya telah meluruskan informasi yang menyesatkan pada Pengurus PGRI Kabupaten Jember,” kata Sugiono, sapaannya.
Selama ada dualisme, maka secara hukum dan de facto, kedua kubu sama-sama sah. Diharapkan jangan ada lagi yang mengatakan ada PGRI yang illegal atau tidak sah. Kalau ada pihak yang mengatakan PGRI Teguh Sumarno illegal akan diproses secara hukum seperti di daerah lain.
Sugiono mengajak pada PGRI Jember terus bersemangat. PGRI Jember yang mayoritas aktivis pendidikan muda atau PGRI di Tapal Kuda akan dijadikan barometer PGRI di Jawa Timur maupun di Indonesia.
Semoga dualisme PGRI akan segera berahir, yaitu Peninjaun Kembali kasus ini di MA. Dalam masa menunggu ini, kepada seluruh guru di Jember, Bondowoso, dan Situbondo tetap menjaga kondusipitas, jangan ada permusuhan. (Syamsul Arifin/Bernas)



