Artikel/OpiniRagam

Pengelompokan Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit Berdasarkan Umur, Karakteristik, dan Pengelolaannya

Oleh : Muhammad Parikesit Wisnubroto, S.P., M.Sc. *)

BeritaNasional.ID — Masa tanaman menghasilkan merupakan waktu yang paling panjang dalam siklus usaha tanaman kelapa sawit yang biasanya secara komersial diusahakan dalam rentang waktu 22 tahun, yaitu saat tanaman berumur 3 tahun sampai dengan tanaman berumur 25 tahun. Namun demikian, karena suatu hal ada kebijakan yang menjalankan usaha kelapa sawit pada umur lebih dari 25 tahun yang walaupun masih memberikan keuntungan namun tidak maksimal.

Fase tanaman menghasilkan dapat dibagi menjadi beberapa fase yang mempunyai karakteristik pengelolaan spesifik untuk mendapatkan produktivitas dan efisiensi yang tinggi sebagai berikut:

  • TM umur 3 sampai dengan 4 tahun (TM muda)

Karakteristik dari TM ini adalah sebagai berikut:

  • Produktivitas atau kg per hektar masih rendah yang disebabkan oleh buah masih kecil, beberapa tanaman dalam areal belum memenuhi kualifikasi sebagai tanaman menghasilkan, dan sebagian tanaman dalam areal ada yang belum berbuah terutama tanaman-tanaman sisipan.
  • Rendemen kelapa sawit juga masih rendah bahkan bisa di bawah 20%.
  • Biaya pengangkutan buah relatif lebih mahal, karena yang buah dimuat lebih banyak untuk satuan berat yang sama.
  • Perawatan tanaman menghasilkan meliputi: 1) pengendalian gulma, 2) pengendalian hama dan penyakit, 3) inventaris pohon, 4) perawatan infrastruktur, dan 5) pemupukan.
  • Pemupukan TM 3 sampai dengan 4 tahun yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Adapun tanaman menghasilkan pada fase ini sering disebut TM muda yang sudah bisa memberikan keuntungan, namun belum mampu mengembalikan biaya investasi.

  • TM umur 5 sampai dengan 8 tahun (TM remaja)

TM umur 5 sampai dengan 8 tahun ini sering disebut sebagai TM remaja. Adapun karakteristik dari tanaman ini adalah hampir seluruh tanaman sudah bisa menghasilkan buah, produktivitasnya sudah naik, berat tandan dan rendemen juga sudah mulai meningkat. Tanaman pada fase ini sudah mampu menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi dan biasanya biaya investasi yang dikeluarkan sudah tertutupi atau melewati Break Even Point (BEP).

  • TM umur 9 sampai dengan 15 tahun (TM taruna)

Tahap ini merupakan fase puncak dari pendapatan dan keuntungan perusahaan karena biaya investasi telah diselesaikan pada fase tanaman remaja TM 5 sampai dengan 8 – yang sudah tidak dibebani lagi dengan biaya-biaya investasi masa lalu – sehingga menghasilkan keuntungan tertinggi.

Adapun perawatan tanaman pada fase ini meliputi:

  • Pengendalian gulma, yang meliputi pengendalian di gawangan maupun di piringan pohon.
  • Pengendalian hama dan penyakit, perlu dilaksanakan karena pada periode ini sangat rawan terhadap serangan hama ulat api dan ulat kantong yang dapat menurunkan produksi secara signifikan.
  • Penunasan atau pruning dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun dan dibuat dengan songgo 2, yaitu disisakan 2 pelepah di bawah buah yang paling tua. Jumlah pelepah tersisa sekitar 48 pelepah per pohon.
  • Perawatan infrastruktur antara lain jembatan, jalan, parit, titi panen, tempat pengumpulan hasil, dan lainnya harus dilaksanakan dengan konsisten.
  • Inventaris pohon
  • Pemupukan yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Fase umur tanaman ini sungguh merupakan suatu fase kejayaan di dalam usaha atau bisnis kelapa sawit dengan puncak keuntungan dan biaya produksi yang sangat rendah, sehingga fase ini harus dijaga jangan sampai mengabaikan faktor-faktor dari pendukung produktivitas, antara lain perawatan, keamanan, dan semua aspek yang mendukung terhadap pencapaian produksi pada fase dimaksud.

  • TM umur 16 sampai dengan 20 tahun (TM dewasa)

Pada fase ini tanaman kelapa sawit masih memberikan produktivitas yang tinggi walaupun sudah mulai mengalami penurunan dibandingkan dengan fase taruna, namun demikian keuntungan yang didapat masih sangat tinggi mengingat beberapa hal, antara lain produktivitas masih cukup baik, rendemen semakin naik, biaya perawatan termasuk pupuk menjadi lebih rendah sehingga secara komersial masih sangat layak untuk dijalankan.

Adapun perawatan pada fase ini antara lain meliputi:

  • Pengendalian gulma yang masih ringan, karena kanopi dari tanaman masih overlap dan cahaya matahari berkurang masuk ke areal, sehingga pertumbuhan dari gulma masih terhambat, kerapatan pohon rata-rata juga masih cukup tinggi, berat tandan semakin naik namun jumlah tandanya semakin menurun.
  • Pada fase ini, hama dan penyakit yang harus diwaspadai adalah serangan hama ulat api maupun ulat kantong yang harus dipantau secara intensif agar tidak sampai terjadi serangan yang eksplosif.
  • Penunasan atau pruning dilaksanakan sebanyak dua kali setahun dengan menurunkan pelepah-pelepah yang tidak produktif lagi. Penunasan diusahakan dengan songgo 2, yaitu menyisakan dua pelepah di bawah buah tertua di dalam pohon biasanya jumlah pelepah di dalam pohon pada fase ini 42 sampai dengan 48 pelepah per pohon.
  • Pemupukan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun.
  • TM umur 20 tahun sampai dengan 25 tahun (TM tua)

Tanaman ini masih memberikan suatu keuntungan walaupun cenderung menurun keuntungan per hektarnya, namun demikian masih layak diusahakan secara komersial. Perawatan pada tanaman ini antara lain meliputi:

  • Pengendalian gulma
  • Penunasan atau pruning 
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Perawatan infrastruktur
  • Pemupukan

Adapun pengendalian gulma menjadi lebih penting karena sinar matahari sudah bisa masuk ke areal akibat dari penjarangan pohon dan mahkota daun yang sudah tidak lebat. Kelebihan dari fase ini adalah berat janjang yang tinggi, rendemen yang tinggi, namun jumlah janjang menurun dan prestasi kerja dari permanen juga menurun karena sulitnya memanen buah pada pohon yang cukup tinggi. Fase ini masih tergolong fase komersial yang masih layak untuk diusahakan walaupun keuntungan per hektarnya sudah mulai menurun.

  • TM umur di atas 25 tahun (TM tua renta)

Tanaman ini sebaiknya dipersiapkan untuk diremajakan karena secara ekonomis sudah tidak memberikan keuntungan yang besar dan kecenderungan produksi dan keuntungan yang menurun. Adapun aktivitas yang dilakukan pada fase ini biasanya hanya panen dan perawatan infrastruktur saja.

Dengan adanya pemahaman dari fase-fase tanaman kelapa sawit tersebut di atas, maka strategi di dalam proses pengelolaan sampai dengan peremajaan berikutnya bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien. Hal ini harus disadari oleh pengelola maupun oleh pemilik saham atau pemilik perusahaan karena tanpa suatu disiplin dan kesadaran akan perilaku tanaman dan kebutuhannya maka keberlangsungan dan pertumbuhan usaha perkebunan akan terhambat.

*) Biodata Penulis :
Nama : Muhammad Parikesit Wisnubroto, S.P., M.Sc.
Profesi : Dosen dan Peneliti Bidang Nutrisi Tanaman dan Fisiologi di Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
E-mail : wisnubroto.95@gmail.com

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button