DPRD Prov SulbarNasionalSulawesi Barat

Diserbu Keluhan Warga soal Listrik Padam, Irfan Pahri: PLN Harus Beri Kepastian!

Beritanasional.ID POLMAN SULBAR – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terus berulang di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kian mengemuka.

Ketidakpastian pasokan listrik membuat warga harus menghadapi persoalan yang sama hampir setiap hari. Dari rumah tangga, pelaku usaha kecil hingga anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, semuanya ikut merasakan dampak pemadaman tersebut.

Keluhan itu bahkan terus mengalir kepada anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, dari Fraksi Golkar. Ia mengaku hampir setiap hari menerima pesan dan telepon masyarakat yang meminta kejelasan sekaligus mendesak agar persoalan listrik di Polman segera ditangani. Tegas Irfan Pahri. 7 November

“Pak Irfan, listrik mati lagi. Kapan normal? Baru semalaman menyala, pagi ini sudah padam lagi.”

Menurut Irfan, keluhan tersebut bukan sekadar ungkapan kekesalan. Masyarakat sudah lelah menghadapi ketidakpastian layanan listrik yang berulang tanpa kejelasan penyelesaian.

“Saya prihatin. Pemadaman listrik di Polman sudah terlalu lama dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat tidak marah tanpa alasan. Mereka hanya ingin mendapatkan pelayanan listrik yang normal dan bisa diandalkan,” ungkap Irfan.

Ia menegaskan, dampak pemadaman listrik tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele. Ibu rumah tangga khawatir bahan makanan rusak, pedagang es dan minuman mengalami kerugian, sementara anak-anak terpaksa belajar dengan penerangan seadanya.

Bagi masyarakat, listrik bukan lagi sekadar fasilitas penunjang, melainkan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian.
Irfan juga mempertanyakan ketimpangan antara kewajiban pelanggan dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

“Tagihan listrik datang setiap bulan tepat waktu. Tetapi ketika masyarakat membutuhkan pasokan listrik yang stabil, justru kepastiannya tidak ada. Di mana keadilannya? Di mana tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan?” tegasnya.

Karena itu, ia meminta pihak PLN tidak hanya mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi yang terjadi.

PLN harus memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman, menyampaikan informasi yang jelas, serta memastikan langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, kesabaran masyarakat juga harus dihargai melalui peningkatan kualitas pelayanan, bukan sekadar permintaan agar warga terus memaklumi pemadaman.

Sebagai wakil rakyat, Irfan menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait untuk mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan di Polman.

“Saya siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak terkait. Kita harus mencari jalan keluar bersama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan yang tidak kunjung selesai,” ujarnya.

Ia berharap PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan solusi nyata agar pemadaman listrik tidak terus menjadi keluhan rutin masyarakat Polewali Mandar.

Sebab, bagi warga, yang dibutuhkan bukan sekadar janji bahwa listrik akan kembali normal, melainkan kepastian bahwa layanan listrik dapat dinikmati secara layak dan berkelanjutan.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button