Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Meningkat, Kota Probolinggo Dinilai Miliki Prospek Investasi Menjanjikan

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Pemerintah Kota Probolinggo terus memantapkan arah pembangunan yang realistis, inklusif, dan berkelanjutan melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo, Senin (26/1), di Puri Manggala Bhakti.
Forum strategis ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, Ketua TP PKK dr. Evariani, serta Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur Andrio Himawan. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, mulai dari jajaran perangkat daerah, BUMD, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, komunitas disabilitas, hingga pemerhati lingkungan.
Kepala Bapperida Kota Probolinggo sekaligus Penjabat Sekda, Rey Suwigtyo, menjelaskan bahwa forum konsultasi publik merupakan ruang partisipatif untuk menjaring aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah. Melalui dialog terbuka ini, diharapkan dokumen perencanaan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa RKPD menjadi fondasi utama pembangunan daerah, tidak hanya untuk tahun 2027, tetapi juga sebagai bagian dari kesinambungan pembangunan hingga 2028 dan 2029. Karena itu, proses perencanaan harus dilakukan secara serius, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Ia juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo yang masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Menurutnya, pembangunan harus berbasis pada potensi lokal yang dimiliki daerah. Tiga potensi utama yang terus dikembangkan yakni sebagai daerah penunjang pelabuhan, kawasan transit, dan penyangga pariwisata.
“Ketiga potensi tersebut menjadi dasar city branding ‘Bromo’, dengan memposisikan Kota Probolinggo sebagai gerbang utama menuju kawasan wisata Bromo,” ujar Aminuddin.
Penguatan konektivitas pun menjadi fokus utama, mulai dari pengembangan layanan kereta api, optimalisasi fungsi pelabuhan, hingga integrasi transportasi dan kawasan ekonomi. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan IPM, Pemkot Probolinggo meluncurkan program beasiswa senilai Rp1 miliar yang difokuskan pada pemanfaatan perguruan tinggi di Kota Probolinggo. Program ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul secara berkelanjutan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Di sektor ekonomi, Pemkot menargetkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara bertahap hingga mencapai 60 persen dari APBD. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan pajak dan retribusi yang tertib, penguatan pengawasan, serta sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi, Pemkot juga merencanakan pengembangan 100 destinasi wisata baru, ratusan event ekonomi dan budaya, serta penguatan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, peternakan, dan UMKM. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah menjadikan Kota Probolinggo sebagai sentra produksi telur burung puyuh yang dinilai memiliki potensi cepat menghasilkan dan berkelanjutan.
Dalam tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi terus diperkuat melalui manajemen talenta ASN, evaluasi kinerja berkala, percepatan mutasi, serta penguatan sistem pengawasan dan pencegahan korupsi. Pemkot juga menargetkan peningkatan transparansi melalui dashboard pembangunan yang dapat diakses publik.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Provinsi Jawa Timur, Andrio Himawan, menegaskan bahwa RKPD merupakan dokumen strategis yang harus selaras dengan prioritas nasional 2025–2029 menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas, distribusi logistik, serta pengembangan wilayah utara Jawa.
“Dengan capaian pertumbuhan ekonomi sekitar 5,07 persen, peningkatan IPM di atas rata-rata provinsi, serta ketimpangan pendapatan yang relatif terkendali, Kota Probolinggo memiliki prospek investasi yang sangat menjanjikan,” pungkasnya.
(Yul/Bernas)



