
BeritaNasional.id, SITUBONDO – Destinasi baru berbasis keberlanjutan resmi hadir di Kabupaten Situbondo. TradiSea Rooms & Resto diluncurkan dengan mengusung konsep “from farm to table” yang menggabungkan pengalaman menginap, kuliner, serta cerita lokal dalam satu kesatuan.
Owner TradiSea, Febriati Nadira, menegaskan bahwa konsep keberlanjutan (sustainability) menjadi fondasi utama dalam pengembangan bisnisnya. Menurut dia, TradiSea ingin menjadi benchmark bagi usaha hospitality yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Bangunan ini merupakan bangunan lama yang kami daur ulang dengan sentuhan modern. Hampir seluruh material kayu yang digunakan adalah kayu recycle, termasuk pintu-pintu, sehingga tetap mempertahankan nilai heritage,” ujar Febriati saat peresmian.
Ia menjelaskan, tidak hanya pada bangunan, konsep ramah lingkungan juga diterapkan hingga ke detail terkecil, seperti penggunaan bahan-bahan eco-friendly dan produk perawatan di kamar yang aman bagi lingkungan.
Lebih jauh, TradiSea mengedepankan konsep from farm to table, yakni menghadirkan bahan makanan segar langsung dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal ke meja tamu. Dengan pendekatan ini, setiap hidangan tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga cerita di balik prosesnya.
“Good food comes with good stories. Kami ingin setiap tamu memahami asal-usul makanan yang mereka nikmati, mulai dari siapa yang menanam hingga bagaimana proses penyajiannya,” kata dia.
Febriati juga mengungkapkan optimismenya terhadap potensi Situbondo sebagai kawasan wisata, terutama karena berada di jalur Pantura dan didukung peningkatan infrastruktur seperti jalan tol ke depan.
“Demand sebenarnya sudah ada, tetapi supply untuk akomodasi yang berkonsep seperti ini masih terbatas. Kami optimistis TradiSea bisa menjadi pilihan, tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara yang concern terhadap sustainability,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, TradiSea juga mulai menerapkan sistem bisnis terintegrasi secara vertikal. Salah satunya dengan mengembangkan peternakan ayam cage free bekerja sama dengan generasi milenial lokal.
Langkah ini sekaligus mendukung standar kesejahteraan hewan yang mulai diterapkan secara global. TradiSea bahkan telah menjadi bagian dari Indonesia Cage Free Association, yang di Jawa Timur baru memiliki tiga anggota.
Di sisi lain, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyambut positif kehadiran TradiSea sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah.
“Ini wajah baru Situbondo. Kami sangat mendukung karena selama ini kekurangan kita ada pada akomodasi dan fasilitas pendukung wisata,” ujar pria yang akrab disapa Mas Rio.
Ia juga mengapresiasi langkah investasi yang dilakukan putra daerah di kampung halaman.
“Terima kasih kepada Mbak Ira yang sudah kembali dan berinvestasi di daerah. Semoga ini menjadi tempat menginap sekaligus ruang berkumpul yang nyaman, baik yang bersifat affordable maupun premium,” katanya.
Dengan mengusung filosofi “dari cerita menjadi pengalaman”, TradiSea diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga destinasi yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.



