Agar Tidak Menjadi Korban Berikutnya, Hati-hati Jika Mendaki Gunung Piramid, Karena Vegetasinya Terbuka

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Dua pendaki gunung, Malia Vinda (51), warga Surabaya, dan Irfan Nazrul Laili (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso yang meninggal dunia di Gunung Piramid menambah deretan duka.
Sebagai informasi, pada tahun 2019 Thariq pernah menjadi korban keangkeran gunung yang berada di wilayah Kecamatan Curahdami tersebut. Kemudian pada tahun 2020 Multazam menyusul Thariq di tempat yang sama.
Meninggalnya sejumlah pendaki di gunung yang hanya dengan ketinggian sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat pertanyaan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) DPC Bondowoso.
Jangkar, Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) DPC Bondowoso mengatakan karakter Gunung Piramid berbeda dengan gunung pada umumnya. Jalur menuju puncak merupakan jalur teknikal yang membutuhkan kemampuan khusus dan perlengkapan keselamatan.
“Untuk menaiki Gunung Piramid, pendaki harus mempersiapkan diri dengan tali kernmantle, karabiner, ascender, descender, figure eight, hingga helm. Karena gunung ini tidak sama dengan gunung lainnya,” jelasnya.
Di sepanjang gunung ini jarang atau bisa dikatakan tidak ada pohon yang bisa dijadikan pegangan pendaki saat badan tidak seimbang. Vegetasi yang terbuka membuat pendaki tidak memiliki pegangan alami saat melintasi jalur.
Selain itu, kondisi tanah di Gunung Piramid tergolong sangat gembur sehingga meningkatkan risiko terpeleset, terutama di kawasan Punggung Naga, jalur punggungan yang menjadi ikon gunung tersebut.
Lebar jalur di beberapa titik, lanjutnya, hanya sekitar 30 sampai 50 sentimeter. Pendaki tidak bisa berpapasan karena di kanan dan kiri langsung jurang. Panjang jalur dari Monumen Thariq menuju puncak hanya sekitar 1,3 kilometer.
“Meski demikian, tingkat bahayanya jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa gunung lain di Bondowoso yang memiliki ketinggian lebih besar. Titik paling berbahaya berada di jalur Punggung Naga hingga puncak,” tambahnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



