HIPMI Apresiasi Delapan Investasi Strategis di Bone Bolango: Modal Swasta, Manfaat untuk Daerah

BONE BOLANGO — Ketua HIPMI Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim, mengapresiasi rencana masuknya investasi swasta pada delapan sektor strategis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Menariknya, investasi tersebut dirancang dengan skema non-APBD, sehingga pembangunan berbagai fasilitas strategis dapat dilakukan tanpa membebani keuangan daerah.
Delapan sektor investasi yang tengah dijajaki meliputi:
1. Motor listrik untuk mendukung transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
2. Videotron di seluruh kecamatan sebagai penguatan infrastruktur informasi dan media digital daerah.
3. Drone pertanian untuk mendorong modernisasi dan efisiensi sektor pertanian.
4. Pabrik pakan guna memperkuat rantai usaha peternakan sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
5. Pengembangan hidroponik sebagai model pertanian modern dengan peluang ekonomi bagi masyarakat.
6. Pabrik briket yang membuka peluang pengolahan komoditas dan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah.
7. Cold storage perikanan untuk memperkuat sektor perikanan, menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperluas akses pasar.
8. Tower internet gratis dengan radius sekitar 5–10 kilometer di sejumlah titik untuk memperluas konektivitas digital masyarakat.
Zulkifli menilai komposisi investasi tersebut menarik karena menyentuh berbagai sektor sekaligus—transportasi, pertanian, peternakan, perikanan, energi, digitalisasi hingga konektivitas.
“Ini bukan hanya soal membangun fasilitas. Kalau delapan investasi ini terealisasi, rantai ekonominya bisa panjang. Petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM dan masyarakat desa memiliki peluang untuk ikut masuk dalam ekosistem usaha,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, investasi melalui skema B2B dengan pengelolaan melalui BUMD juga membuka peluang bagi perusahaan daerah untuk tumbuh lebih profesional dan menghasilkan keuntungan bagi daerah.
“Yang paling menarik adalah investasi ini menggunakan modal swasta. Artinya, ada peluang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tanpa harus membebani APBD. Ini tentu patut diapresiasi,” tegasnya.
HIPMI Bone Bolango berharap delapan sektor investasi tersebut tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat segera direalisasikan secara bertahap dengan tata kelola yang transparan dan memberikan ruang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha lokal.
“Bone Bolango tidak hanya membutuhkan investor yang datang membawa modal, tetapi investor yang menghadirkan ekosistem ekonomi baru. Delapan sektor ini punya potensi ke arah sana,” pungkas Zulkifli.



