DaerahEkonomiHeadlineJawa TimurNasionalRagamSitubondo

Kerja Keras di Program Ketahanan Pangan Berbuah Premi, 12 WBP Rutan Situbondo Diganjar Jutaan Rupiah

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo memberikan penghargaan berupa premi kepada 12 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif mengikuti program pembinaan ketahanan pangan.

Pemberian premi tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kontribusi para WBP dalam menjalankan program pembinaan yang produktif sekaligus mendorong kemandirian.

Besaran premi yang diterima para WBP bervariasi. Dua orang mendapatkan masing-masing Rp3 juta, lima orang menerima Rp2 juta, dua orang memperoleh Rp1 juta, sedangkan tiga orang lainnya mendapatkan Rp500.000.

Khusus tiga WBP penerima premi Rp500.000, pembayaran dilakukan melalui transfer karena mereka telah menyelesaikan masa pidana dan bebas dari Rutan Situbondo.
<span;>Dalam kegiatan tersebut, empat pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut hadir dan menyerahkan buku tabungan kepada para WBP penerima premi.

Penyerahan buku tabungan itu menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan hasil premi secara tertib sekaligus memberikan akses layanan perbankan kepada para penerima.

Kepala Rutan Situbondo Suwono mengatakan, pemberian premi tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga diharapkan dapat memotivasi WBP untuk semakin aktif mengikuti berbagai program pembinaan.

“Premi ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada WBP yang telah berkontribusi dalam program ketahanan pangan. Kami berharap pemberian premi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengikuti pembinaan dengan baik,” ujar Suwono, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan menjadi bekal bagi WBP setelah kembali ke tengah masyarakat.
<span;>Rutan Situbondo pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi WBP.

Program ketahanan pangan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian serta mempersiapkan WBP menjalani proses reintegrasi sosial.

Dengan demikian, setelah kembali ke masyarakat, para WBP diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif dan berkontribusi secara positif.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button