DaerahHeadlineHukum & KriminalJawa TimurNasionalPolitikRagam

Formatur Pengurus PBNU Memanas, Isu “PKB Come Back” Mencuat

BeritaNasional.id, SURABAYA – Dinamika penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi sorotan. Rapat formatur pertama disebut melahirkan kekecewaan hingga memunculkan isu politik organisasi yang dikaitkan dengan kembalinya pengaruh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Polemik tersebut mendapat perhatian dari warga NU, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Ia menilai penyusunan kepengurusan PBNU seharusnya mengedepankan prinsip profesionalitas, kompetensi, serta keterwakilan wilayah.

Menurut Khalilur, Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Kikin, telah menunjukkan sikap profesional dengan mempertimbangkan sosok Lukman Edy untuk menduduki posisi Sekretaris Jenderal PBNU.

Lukman Edy dinilai memiliki pengalaman yang cukup panjang di pemerintahan maupun organisasi politik. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta pernah menjadi Sekretaris Jenderal PKB.

“Dengan menyodorkan dua fakta objektif, yakni profesional-mumpuni dan keterwakilan wilayah,” kata Khalilur dalam pernyataannya. Ia menilai munculnya isu “PKB come back” tidak semestinya langsung dimaknai sebagai kembalinya kepentingan politik ke dalam tubuh PBNU.

Khalilur justru menyebut Lukman Edy memiliki pengalaman dan kapasitas yang dinilai relevan untuk mengemban posisi Sekjen PBNU.
“Semua orang di NU tahu bahwa LE atau Lukman Edy adalah operator lapangan Gus Kikin dan punya pengalaman mumpuni untuk memangku dan mengampu posisi Sekjen PBNU,” ujarnya.

Soroti Dominasi Jawa Timur
Di sisi lain, Khalilur menyoroti komposisi kepengurusan PBNU yang menurutnya perlu merepresentasikan Indonesia secara lebih luas. Ia mengingatkan bahwa PBNU merupakan organisasi nasional, bukan organisasi yang hanya merepresentasikan satu wilayah tertentu.

“PBNU memang bukan PWNU Jatim,” tegasnya.

Khalilur kemudian menyinggung posisi Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU yang sama-sama berasal dari Jawa Timur.

“Rais Aam PBNU Jawa Timur. Ketum PBNU Jawa Timur. Masa jabatan lainnya diisi orang Jawa Timur semua?” katanya.

Menurut dia, persoalan keterwakilan wilayah menjadi penting agar kepengurusan PBNU benar-benar mencerminkan wajah Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.

“Saya dan rasanya semua jamaah NU mendukung Gus Kikin menyusun pengurus PBNU yang Indonesia, bukan PBNU ala PWNU Jawa Timur,” ujarnya.

Khalilur pun menyatakan dukungannya terhadap langkah Gus Kikin dalam menyusun kepengurusan PBNU berdasarkan pertimbangan profesionalitas dan prinsip egaliter.

“Terus maju Gus Kikin. Semoga para muassis membersamai panjenengan. Bismillah,” tuturnya.

Ia berharap dinamika yang muncul dalam proses penyusunan kepengurusan tidak menggeser semangat utama PBNU untuk membangun organisasi yang inklusif dan mewakili kepentingan warga NU di berbagai daerah.

“Salam amar makruf nahi mungkar,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button