TNI Siap Kawal Ekspedisi Patriot Unpad, Petakan Potensi Fakfak Untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Fakfak – TNI melalui Korem 182/JO siap mendukung pelaksanaan Ekspedisi Patriot yang digagas Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam upaya memetakan potensi wilayah serta mendorong pengembangan ekosistem kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., bersama Tim TEP Unpad di Makorem 182/JO, Rabu (9/9/2026). Pertemuan menjadi wadah untuk membahas potensi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta peluang kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Ekspedisi Patriot di Kabupaten Fakfak.
Dalam pemaparannya, Tim TEP Unpad menyampaikan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan lima sektor utama, yakni air, energi, pangan, sumber daya manusia (SDM), dan digitalisasi. Kelima sektor tersebut dipandang sebagai bagian yang saling terhubung dalam membangun ekosistem kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemanfaatan potensi air diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Sementara sektor energi diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat dan menggerakkan kegiatan ekonomi produktif.
Di bidang pangan, penguatan produksi dan ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian masyarakat. Selanjutnya, peningkatan kualitas SDM diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah.
Adapun digitalisasi diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelayanan publik, informasi, pemasaran, hingga pasar bagi produk-produk lokal.
Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana menyambut baik gagasan yang disampaikan Tim TEP Unpad. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat dan TNI dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan berbasis potensi wilayah.
“Perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan hasil riset, pemerintah memiliki kebijakan, masyarakat memiliki pengetahuan lokal, sementara TNI memiliki jaringan kewilayahan yang dekat dengan masyarakat. Sinergi ini dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Danrem.
Dalam pertemuan tersebut, Danrem didampingi sejumlah pejabat dan personel Korem 182/JO, di antaranya Letkol Inf Eko Handono, Letkol Inf Ahmad Nasudin, Mayor Cku Netto, Kapten Alin Anwar dan Kapten Frengky.
Sementara itu, Tim Ekspedisi Patriot Unpad di antaranya dihadiri Edi, Achmad Buchori, Heksa, Prof. Edward selaku Dewan Pembina Profesor, Ashal serta Faizal dari tim ahli kewirausahaan.
Melalui Ekspedisi Patriot, pemetaan potensi wilayah diharapkan tidak berhenti pada identifikasi sumber daya, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program yang memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan potensi wilayah. Dengan penguatan pengetahuan, keterampilan, akses teknologi, serta dukungan terhadap pengembangan produk lokal, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola potensi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
Korem 182/JO berkomitmen mendukung kolaborasi lintas sektor tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Fakfak. Sinergi antara TNI, pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu menghubungkan potensi wilayah dengan kebutuhan pembangunan, sehingga sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, potensi Fakfak diharapkan tidak hanya terpetakan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
RED/Wijaya



