Pemkab Malang Ubah Wajah Posyandu : Dari Pelayanan Kesehatan Menjadi Pusat Layanan Masyarakat Terpadu

BeritaNasional,ID.Kabupaten Malang – Posyandu di Kabupaten Malang kini berubah wajah. Tak lagi sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini berkembang menjadi pusat layanan dasar masyarakat terpadu. Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, ditetapkan sebagai desa percontohan penerapan konsep New Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal. Evaluasi kesiapan digelar langsung di lokasi, dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., bersama jajaran pejabat dan perangkat desa. Rabu (9/9/2026).
Inti perubahannya: pengelolaan Posyandu tak lagi dipikul sektor kesehatan seorang diri. Enam Standar Pelayanan Minimal yang dijalankan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP, hingga perangkat daerah perumahan. Semua harus berjalan beriringan, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua OPD harus hadir dan berkolaborasi sesuai tugas dan kewenangannya,” tegas Budiar.
Sebagai desa percontohan atau “laboratorium hidup”, berbagai kemajuan sekaligus tantangan mulai terlihat jelas di lapangan. Pada bidang pendidikan, layanan PAUD untuk anak usia dini sudah berjalan, namun masih tercatat 17 anak belum bersekolah yang harus dicarikan jalur pendidikannya, baik jalur formal maupun nonformal. Penguatan budaya literasi melalui perpustakaan keliling dan literasi digital pun didorong menjangkau warga lebih luas.
Dari sisi sanitasi dan perumahan, Desa Sumbersekar telah berstatus bebas buang air besar sembarangan dan tidak ditemukan lagi rumah tidak layak huni yang membutuhkan bantuan bedah rumah. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi sebagai awal yang baik.
Di bidang kesehatan, perhatian utama diarahkan pada peningkatan cakupan imunisasi serta penurunan angka kematian ibu. Sepanjang tahun ini tercatat 12 kasus kematian ibu di Kabupaten Malang. Pemkab pun berencana menghidupkan kembali sistem pemantauan kesehatan ibu hamil berbasis teknologi gawai untuk menjangkau lebih banyak warga.
Di sektor sosial dan kesiapsiagaan bencana, data warga penerima bantuan terus dimutakhirkan agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran. Sebanyak 79,3 persen warga yang membutuhkan telah tercatat sebagai peserta penerima bantuan iuran. Pemetaan warga rentan juga tengah disusun untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan apabila terjadi bencana.
Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Zaida Sanusi menegaskan, perubahan paradigma ini adalah langkah penting agar manfaat Posyandu dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Bukan lagi sekadar urusan ibu dan anak, melainkan menjadi motor penggerak pelayanan dasar warga yang hadir lebih dekat.
Evaluasi yang berlangsung bukan bertujuan mencari kekurangan, melainkan mengumpulkan fakta di lapangan apa yang sudah berjalan, di mana kendalanya, dan solusi apa yang paling tepat diterapkan. Hasil evaluasi nantinya dijadikan acuan bersama sebelum konsep ini diterapkan secara bertahap ke desa-desa lain di seluruh Kabupaten Malang.
Kunci keberhasilannya satu: sinergi. Antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, para kader Posyandu, dan tokoh masyarakat. Semua harus bergerak bersama agar pelayanan publik benar-benar hadir, dekat, dan bermanfaat hingga ke pelosok desa. (ady)



