NasionalPolewali MandarSulawesi Barat

Sulbar Kehilangan Ulama Panutan, Annangguru KH Syibli Sahabuddin Berpulang

BeritaNasional.ID .POLMAN SULBAR– Kepergian Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Barat. Ia bukan hanya dikenal sebagai ulama dan pemimpin spiritual masyarakat Mandar, tetapi juga pendidik, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dua periode, serta Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Barat.

Annangguru KH Syibli Sahabuddin mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang mengabdikan diri dalam berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga politik.

Bagi masyarakat Mandar, sebutan Annangguru bukan sekadar panggilan kehormatan. Sebutan itu melekat pada sosok yang dihormati karena ilmu, bimbingan keagamaan, dan perannya dalam kehidupan masyarakat.

Ulama yang Menekankan Akhlak dan Kebijaksanaan

Salah satu sisi penting dari sosok Annangguru KH Syibli adalah kiprahnya dalam tradisi tasawuf. Ia dikenal sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah, meneruskan tradisi spiritual yang juga menjadi bagian penting dari perjalanan keluarganya.

Semasa hidupnya Syibli menekankan pentingnya agama sebagai sumber nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia juga mengingatkan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, kearifan, nasihat, serta dialog yang baik.

Pandangan tersebut memperlihatkan perhatian Syibli terhadap hubungan antara kehidupan beragama, akhlak, dan kerukunan sosial. Ia juga menyoroti pentingnya menghargai keberagaman dan menghindari sikap merasa paling benar di tengah masyarakat yang majemuk.

Nilai-nilai inilah yang menjadi salah satu jejak pemikirannya dan relevan untuk terus dikenang, terutama di tengah kehidupan masyarakat yang membutuhkan keteduhan, persaudaraan, dan sikap saling menghormati.

Mengabdikan Diri Melalui Pendidikan

Pengabdian Annangguru KH Syibli tidak berhenti pada ruang dakwah. Dunia pendidikan juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Ia pernah menjabat Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) pada 2004, kemudian dipercaya menjadi rektor pada 2005 hingga 2009. Ia juga menjabat Ketua Yayasan Al-Asyariah Mandar, lembaga yang menaungi Unasman.

Perjalanan tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Barat. Pendidikan menjadi salah satu jalur pengabdian yang memperluas peran seorang ulama, bukan hanya membimbing kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga mendukung tumbuhnya pengetahuan dan sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Subhan Aliyah Ketua DPC PKB Mamuju tengah yang juga merupakan kerabat terdekat Annang Guru. Senin  12 Oktober.

Lanjut Subhan.Bagi generasi muda, jejak ini menyampaikan pesan bahwa ilmu perlu terus dicari, dikembangkan, dan diabdikan untuk kepentingan masyarakat.

Dari Tanah Mandar ke Panggung Nasional

Di bidang kebangsaan, Syibli pernah dipercaya menjadi anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional. Ia juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama, dan dipercaya memimpin DPW PKB Sulawesi Barat.

Perjalanan dari dunia pesantren dan keagamaan menuju pendidikan serta politik memperlihatkan luasnya ruang pengabdian yang pernah dijalaninya.

Di tengah beragam tanggung jawab tersebut, identitasnya sebagai Annangguru tetap menjadi bagian penting dari sosok yang dikenal masyarakat: seorang tokoh agama yang juga mengambil peran dalam urusan pendidikan dan kehidupan publik.Jelas Subhan.

Keteladanan yang Layak Diteruskan

Mengenang Annangguru KH Syibli Sahabuddin tidak cukup hanya dengan menyebut jabatan dan perjalanan kariernya. Lebih dari itu, warisan seorang tokoh dapat dilihat dari nilai-nilai yang ditinggalkannya dan bagaimana nilai tersebut diteruskan oleh generasi berikutnya.

Penekanannya pada akhlak, kebijaksanaan dalam berdakwah, penghargaan terhadap keberagaman, serta keterlibatannya dalam pendidikan menjadi bagian dari jejak yang patut dipelajari.

Keteladanan itu juga menjadi pengingat bahwa ilmu dan kedudukan memperoleh makna ketika digunakan untuk membimbing, mencerdaskan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Tanah Mandar, kepergian Annangguru menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menghormati ulama, menjaga tradisi keilmuan, memperkuat persaudaraan, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelepasan Jenazah dan Pemakaman di Majene

Jenazah Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin dijadwalkan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Prosesi pelepasan jenazah dipandu Ustaz H. Mas’ud Shaleh, dengan rangkaian salat jenazah, dzikir dan tahlil, serta pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Nuhung Jamal.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan biografi almarhum, sambutan keluarga, dan tausiyah oleh KH Ilham Shaleh. Gubernur Sulawesi Barat juga dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus melepas jenazah sebelum diberangkatkan menuju tempat pemakaman. Doa penutup dipimpin KH Ilham Shaleh.

Prosesi tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi seorang tokoh yang selama hidupnya menapaki berbagai ruang pengabdian di Sulawesi Barat.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, sementara masyarakat Sulawesi Barat dapat meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskannya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button