HeadlineJawa TimurNasionalRagamSitubondo

Gandeng Swasta Hingga Mitra Luar Negeri, Mendes dan Nasim Khan Dorong Anyer -Panarukan Jadi Mesin Ekonomi Desa

BeritaNasional.id, JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Festival Anyer–Panarukan 3R (Road, Route, Roots) melibatkan lebih banyak desa dan daerah di sepanjang jalur bersejarah tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci untuk memperluas dampak festival terhadap perekonomian masyarakat.

Yandri menyampaikan hal itu dalam peluncuran kick-off Festival Anyer–Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Gedung T Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Ia menilai, Jalan Raya Pos yang membentang dari Anyer, Serang, hingga Panarukan, Situbondo, melewati ribuan desa dengan karakteristik dan potensi yang beragam. Mulai dari desa pertanian, kawasan pesisir dan nelayan, hingga desa wisata yang memiliki kekayaan sejarah serta budaya lokal.

Potensi tersebut, kata Yandri, perlu diintegrasikan agar Festival Anyer–Panarukan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi desa secara lebih luas.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar program Anyer–Panarukan 3R dipadukan dengan 14 kategori Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang sebelumnya diluncurkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Integrasi kedua program tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi potensi desa sekaligus membuka peluang kolaborasi antardaerah, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan.

Yandri: Pemerintah Bukan Superman, tetapi Super Team
Dalam kesempatan itu, Yandri juga mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya kerja sama dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak luas bagi masyarakat. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pemerintah desa, komunitas, hingga sektor swasta.

Pesan tersebut menjadi relevan dalam pengembangan Festival Anyer–Panarukan 3R yang menghubungkan berbagai wilayah dengan potensi berbeda.

Yandri meminta gaung festival diperluas. Pelaksanaannya tidak seharusnya hanya terpusat di Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo, tetapi juga melibatkan kabupaten, kota, serta desa-desa bersejarah lain yang berada di sepanjang jalur Anyer–Panarukan.

Dengan keterlibatan lebih banyak daerah, manfaat festival diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas, mulai dari promosi produk unggulan desa, pengembangan wisata sejarah, hingga peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

“Kami dari Kemendes PDT siap memberikan dukungan penuh, menjembatani jejaring kerja sama dengan swasta, BUMN, hingga mitra luar negeri,” kata Mendes Yandri.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama sekaligus membuka akses bagi desa-desa untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Ribuan Desa Berpeluang Tampilkan Potensi Unggulan
Jalur Anyer–Panarukan tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga melewati kawasan dengan potensi ekonomi yang beragam. Desa pertanian memiliki produk unggulan hasil bumi, desa pesisir mengandalkan sektor perikanan, sedangkan desa wisata dapat mengembangkan kekayaan alam, budaya, dan peninggalan sejarah.

Melalui Festival Anyer–Panarukan 3R, berbagai potensi tersebut berpeluang diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

Pilar Road berfokus pada konektivitas wilayah dan infrastruktur. Pilar Route diarahkan pada pengembangan rute perjalanan dan destinasi wisata sejarah. Sementara itu, Roots menitikberatkan pada pelestarian sejarah, budaya, serta identitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

Jika dikembangkan secara terintegrasi, ketiga pilar itu dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat promosi produk lokal, memperluas pasar UMKM, dan membangun jaringan wisata lintas daerah.

Karena itu, keterlibatan desa menjadi salah satu aspek penting agar program tidak hanya berpusat pada destinasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi desa-desa yang memiliki potensi unggulan.

Nasim Khan Dorong Penguatan Ekonomi Tapal Kuda
Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur III, Nasim Khan, turut menghadiri peluncuran program tersebut. Ia menilai Anyer–Panarukan 3R merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus mengembangkan potensi sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Nasim menegaskan, program tersebut harus ditindaklanjuti dengan kegiatan konkret agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang terpenting, harus ada tindak lanjut dan program nyata agar kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Anyer–Panarukan diharapkan dapat menjadi gerakan yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya, dan ekonomi,” ujarnya.

Nasim juga menyoroti peluang menghidupkan kembali Pelabuhan Panarukan dan jalur kereta api Kalisat–Panarukan sebagai gagasan untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur.

Peluncuran program Anyer–Panarukan 3R dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Mendes PDT Yandri Susanto serta sejumlah unsur eksekutif dan legislatif.

Melalui kolaborasi pemerintah, desa, komunitas, dan dunia usaha, Festival Anyer–Panarukan 3R diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang menghubungkan warisan sejarah dengan pembangunan ekonomi masa kini, sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat di sepanjang jalur Anyer–Panarukan.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button