Hangatnya Ngeliwet di Rumah Dinas Wabup Lumajang, Kapolres Turun Langsung Goreng Lauk

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM- Suasana berbeda terlihat di Rumah Dinas Wakil Bupati Lumajang, Rabu (28/10/2026) malam. Bukan acara formal, jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan para santri duduk lesehan, menggelar tradisi ngeliwet bersama dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Tampak hadir Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. Mengenakan baju koko dan peci hitam, ia membaur bersama tamu undangan tanpa sekat.
Menariknya, Kapolres tidak hanya hadir seremonial. Ia ikut turun tangan dalam tradisi ngeliwet, mulai dari memotong bahan, menanak nasi liwet, hingga menggoreng lauk di atas kompor portabel bersama warga. Suasana pun cair, penuh canda dan keakraban.
Menurut AKBP Riki, tradisi ngeliwet bukan sekadar makan bersama, tapi simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan gotong royong yang menjadi nilai luhur para santri.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum untuk mempererat rasa kebersamaan dan merawat tradisi luhur para santri. Melalui tradisi ngeliwet ini, kita diajarkan tentang pentingnya kesederhanaan, gotong royong, dan kebersamaan,” ujar Riki.
Ia menegaskan, peran santri dan tokoh agama sangat vital dalam membantu Polri menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergitas yang sudah terjalin sangat baik antara Polres Lumajang, Pemkab, tokoh agama, dan para santri harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan ini, kita optimistis situasi Kamtibmas di Lumajang senantiasa aman dan kondusif,” tegasnya.
Tradisi ngeliwet malam itu menjadi bukti, kedekatan Polri dengan masyarakat bisa dibangun dari hal paling sederhana: duduk bersama, makan bersama.
(red)



