Polewali MandarSulawesi Barat

BP3MI Buka Jalur Kerja Internasional, Kontrak PMI Disiapkan hingga 3 Tahun

Beritanasional. ID POLMAN SULBAR – Program SMK Go Global di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, diarahkan tidak sekadar memberikan pelatihan keterampilan dan bahasa Inggris, tetapi juga membuka akses penempatan kerja bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri.

Ka BP3MI Sulawesi Selatan Fani Wahyu Kurniawan menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan profesionalisme pekerja migran Indonesia.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat yang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, memiliki kompetensi, serta memperoleh perlindungan dan kepastian penempatan kerja.

“Pemerintah hadir untuk menyosialisasikan peluang bekerja ke luar negeri melalui prosedur yang benar. Kami ingin pekerja migran Indonesia berangkat secara resmi, profesional, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan di negara penempatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, program tersebut melibatkan lulusan SMK, perguruan tinggi, politeknik, hingga masyarakat umum yang telah memiliki keterampilan dasar untuk ditingkatkan melalui pelatihan atau upskilling.

Meski menggunakan branding SMK Go Global, program ini tidak secara eksklusif diperuntukkan bagi lulusan SMK.

Peserta dari berbagai latar belakang pendidikan tetap memiliki kesempatan sepanjang memenuhi persyaratan dan mempunyai kompetensi yang dibutuhkan.

“SMK hanya menjadi branding karena lulusan SMK pada dasarnya sudah memiliki bekal keterampilan. Namun, program ini juga terbuka bagi lulusan perguruan tinggi, politeknik, maupun masyarakat umum yang memiliki keahlian,” ungkapnya.

Salah satu hal yang membedakan program ini dengan pelatihan pada umumnya adalah orientasi penempatan kerja yang telah dipersiapkan sejak awal.

Bahkan, sebelum pelatihan dimulai, peserta sudah diarahkan mengenai negara dan bidang pekerjaan yang akan dituju. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengikuti pelatihan tanpa kejelasan peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Untuk tahap pelaksanaan saat ini, peserta dipersiapkan menuju Dubai, menyesuaikan kebutuhan perusahaan yang telah siap menerima pekerja migran Indonesia.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, keterampilan teknis, serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di lingkungan kerja internasional. Khusus pelatihan bahasa Inggris kali ini, durasinya sekitar 34 hari.

Selain kompetensi teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan mental dan pemahaman budaya negara tujuan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda.

Proses persiapan tidak berhenti setelah pelatihan. Sebelum diberangkatkan, calon pekerja migran juga wajib mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).

Dalam tahapan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan, motivasi, evaluasi, serta pemahaman mengenai aturan dan hal-hal yang harus dihindari selama bekerja di negara penempatan.

“Jadi, bukan hanya keterampilan yang kami siapkan. Mental dan pemahaman budaya juga menjadi bagian penting. Mereka harus mampu menyesuaikan diri karena bekerja di negara orang tentu memiliki aturan dan budaya yang berbeda,” tegasnya.

Ia menambahkan, kontrak kerja bagi pekerja migran yang ditempatkan melalui program tersebut berkisar dua hingga tiga tahun, dengan perusahaan dan mekanisme pemberangkatan yang mengikuti prosedur resmi.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peluang kerja ke luar negeri tidak hanya terbatas di Dubai. Sejumlah kawasan seperti Eropa, Asia, dan Timur Tengah juga memiliki peluang yang dapat diakses sesuai kebutuhan tenaga kerja dan kualifikasi peserta.

Program ini merupakan tahap awal yang baru mulai diarahkan pada Agustus 2026. Karena itu, keterlibatan lembaga vokasi di daerah menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memenuhi standar kompetensi.

Melalui program tersebut, BP3MI berharap semakin banyak tenaga kerja asal Sulawesi Barat memiliki kesempatan memasuki pasar kerja internasional secara legal, profesional, dan terlindungi.

Hal tersebut disampaikan disela sela kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas bahasa inggris calon pekerja Migran Indonesia /Pekerja Migran Indonesia 2026 berlangsung di aula pertemuan hotel Alternatif. Jumat. 30 oktober.

Kegiatan dihadiri Asisten II Pemkab Polewali Mandar Andi Masri dan Ketua Yayasan Madani DR Chuduriah Sahabuddin serta dihadiri para peserta Pelatihan dari Siswa siswi SMK. ( uni)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button