Polewali MandarSulawesi Barat

Pemkab Polman Dorong SMK Go Global, Peluang Kerja Internasional Jadi Prioritas

Beritanasional.ID POLMAN SULBAR– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memberikan apresiasi terhadap program SMK Go Global yang dinilai menjadi salah satu pintu strategis dalam membuka akses kerja bagi generasi muda Indonesia di pasar kerja internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten II Pemkab Polman, Andi Masri Masdar, saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026, di Aula Pertemuan Hotel Alternatif, Jumat (30/10/2026).

Menurut Andi Masri, program SMK Go Global merupakan langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, kemampuan komunikasi, serta daya saing untuk memasuki dunia kerja internasional.

Ia menegaskan, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dan diberdayakan melalui program pendidikan dan pelatihan yang tepat.

“Atas nama pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMK Go Global. Ini menjadi salah satu pintu bagi anak-anak kita untuk memperoleh pekerjaan yang layak sekaligus membuka peluang kerja di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan BP3MI Makassar dan berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi terus dikawal agar berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah maupun negara.

Terkait dukungan konkret pemerintah, Andi Masri menjelaskan bahwa Pemkab Polman telah menjalin kerja sama dengan BP3MI sejak sekitar 2018, khususnya dalam upaya pendataan dan penataan administrasi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Salah satu perhatian pemerintah adalah pekerja migran Indonesia di Malaysia yang masih menghadapi persoalan pendataan dan kelengkapan dokumen ketenagakerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong agar para pekerja migran memiliki dokumen resmi dan legalitas yang jelas sehingga dapat bekerja secara aman sesuai ketentuan.

Mengenai kemungkinan dukungan anggaran untuk keberlanjutan SMK Go Global, Andi Masri menyebut pemerintah akan terlebih dahulu melihat hasil pelaksanaan program melalui monitoring dan evaluasi.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi perangkat daerah terkait untuk mengusulkan dukungan pembiayaan melalui APBD maupun APBN.

“Kita lihat terlebih dahulu bagaimana keberhasilan dan kebutuhan program ini. Kepala dinas akan melakukan monitoring dan evaluasi. Insyaallah, nantinya akan dikaji bagaimana program ini bisa mendapatkan pendampingan pendanaan, baik melalui APBD maupun APBN,” jelasnya.

Ia berharap, melalui program tersebut, generasi muda Polman tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan, serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.

“Harapan kita, anak-anak kita benar-benar bisa bekerja dengan baik, memiliki dokumen yang lengkap, keterampilan yang memadai, serta mampu bersaing secara global di dunia internasional,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button