Nusa Tenggara Timur

Dukung Program Genting, BRI Kupang Bangun Akses Air Bersih bagi Masyarakat

BeritaNasional.ID, KUPANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch Office Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI menyerahkan bantuan berupa sumur bor dan bak penampung air bersih untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di halaman depan PAUD Hosana Sungkaen, Desa Sungkaen, Kelurahan Naimata, Kota Kupang, Senin (26/10/2026), dengan melibatkan Perwakilan BKKBN Provinsi NTT sebagai mitra penerima bantuan.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dunia usaha, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ketersediaan air bersih menjadi perhatian penting karena berkaitan erat dengan kebersihan diri, sanitasi lingkungan, pengolahan makanan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kondisi tersebut sangat penting bagi keluarga, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Melalui pembangunan fasilitas air bersih ini, BRI berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat secara langsung sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting dari lingkungan keluarga.

Consumer Business Manager sekaligus perwakilan manajemen bisnis BRI Branch Office Kupang, Werdhy Ndoenboey, menjelaskan bahwa bantuan sumur bor dan bak penampung air tersebut merupakan hasil dari proses pengajuan yang telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, pembangunan fasilitas itu mulai dikerjakan sekitar Juli 2026 setelah melalui proses pengajuan dan persetujuan program TJSL di tingkat kantor pusat BRI.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut berawal dari inisiatif Perwakilan BKKBN Provinsi NTT yang kemudian diajukan melalui mekanisme TJSL BRI hingga mendapatkan persetujuan.

Werdhy menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi NTT yang telah mempercayakan BRI sebagai mitra dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Bantuan ini kami lakukan untuk mendukung program Genting, khususnya dari sisi akses air bersih sebagai salah satu upaya mencegah stunting,” ujarnya.

Ia menerangkan, program Genting mencakup berbagai bentuk dukungan, baik pemenuhan nutrisi maupun bantuan nonnutrisi. Akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan sehat bagi keluarga.

Karena itu, BRI mengambil bagian melalui penyediaan sarana air bersih yang diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi bantuan.

Werdhy juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pemerintah setempat dan warga dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Ia berharap sumur bor, mesin, serta bak penampung air tersebut dirawat secara bersama-sama agar tetap berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Kami juga menitipkan kepada pemerintah setempat dan warga agar bersama-sama menjaga sumur bor serta bak penampungan air ini supaya bisa digunakan dalam waktu yang lama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada BRI Branch Office Kupang atas dukungan melalui program TJSL yang diwujudkan dalam pembangunan sumur bor dan bak penampung air bersih.

Menurut Mauliwaty, Genting merupakan gerakan gotong royong yang mengajak berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, masyarakat, hingga keluarga, untuk berpartisipasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Ia menjelaskan, bentuk bantuan dalam program Genting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mencakup dukungan nonnutrisi, seperti akses air bersih, edukasi, penyediaan jamban sehat, rumah sehat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Genting ini merupakan gerakan gotong royong. Kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, BUMN, swasta maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendukung upaya penurunan stunting,” jelas Mauliwaty.

Ia menilai bantuan BRI merupakan contoh keterlibatan dunia usaha dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, akses air bersih menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesehatan keluarga dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Mauliwaty berharap langkah BRI dapat mendorong semakin banyak mitra strategis untuk terlibat sebagai orang tua asuh dalam program Genting, terutama dalam membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan keluarga berisiko stunting cukup beragam. Karena itu, dukungan dari para mitra diharapkan tidak hanya berupa edukasi, tetapi juga pemenuhan nutrisi dan bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Mauliwaty menjelaskan bahwa manfaat program tersebut belum tentu menjangkau seluruh kelompok sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tidak berada dalam layanan PAUD. Oleh sebab itu, dukungan dari orang tua asuh dan berbagai mitra tetap dibutuhkan.

“Masih banyak keluarga berisiko stunting yang membutuhkan bantuan. Kami berharap mitra-mitra lain juga tergugah untuk mengambil bagian, baik melalui bantuan nutrisi maupun bantuan nonnutrisi sesuai kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mauliwaty secara khusus mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap fasilitas yang telah diserahkan.

Menurutnya, keberlanjutan manfaat bantuan sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam menggunakan dan merawat fasilitas tersebut.

Ia meminta warga tidak hanya memanfaatkan sumur bor dan bak penampung air, tetapi juga menjaga kebersihan serta memastikan fasilitas itu tetap berfungsi dengan baik.

“Kalau kita merasa memiliki fasilitas ini, tentu kita akan merawat dan memanfaatkannya dengan baik. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga sumur bor dan bak penampung air ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Mauliwaty menambahkan, akses air bersih menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi musim kemarau dan keterbatasan pasokan air. Dengan demikian, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat.

Ia juga berharap bantuan ini menjadi contoh baik bagi BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan mitra lainnya untuk menyalurkan dukungan sosial yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Penyerahan bantuan sumur bor dan bak penampung air bersih tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kupang, drg. Francisca Johana H. Ikasasi, perwakilan manajemen BRI Branch Office Kupang, serta sejumlah staf dan undangan lainnya.

Kolaborasi antara BRI, BKKBN Provinsi NTT, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program Genting di tingkat lokal.

Bantuan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan terpadu. Selain pemenuhan gizi, akses air bersih, sanitasi yang layak, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan keluarga merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button