Pascasarjana IAKN Kupang Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Akademisi dari Inggris dan Meksiko

BeritaNasional.ID, KUPANG – Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar International Conference on Eco-Theology, Religious Moderation, and Digital Culture dengan tema “Faith, Creation, and Technology for a Sustainable and Harmonious Future” pada 21–22 Oktober 2026.
Konferensi internasional ini menjadi wadah pertemuan akademisi, peneliti, dan pemikir lintas institusi untuk mendiskusikan keterkaitan antara iman, pelestarian lingkungan, moderasi beragama, dan perkembangan budaya digital dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan harmonis.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th. Pelaksanaan konferensi ini menjadi momentum penting bagi Pascasarjana IAKN Kupang untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian.
Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Ezra Tari, M.Th., mengatakan bahwa konferensi internasional tersebut merupakan tonggak penting bagi perkembangan diskursus akademik, terutama dalam mempertemukan kajian teologi dengan isu-isu global yang semakin relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Menurut Ezra Tari, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan penelitian melalui pertukaran pengetahuan lintas negara serta pengayaan diskusi akademik yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.
“Konferensi ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemikiran akademik dari berbagai negara dan institusi dalam membahas hubungan antara iman, ciptaan, dan teknologi demi masa depan yang berkelanjutan dan harmonis,” demikian esensi tujuan konferensi yang disampaikan melalui penjelasan Direktur Pascasarjana IAKN Kupang.
Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah terbangunnya ruang pertukaran pengetahuan berskala global dengan menghadirkan sejumlah pembicara undangan (invited speakers) dari institusi pendidikan terkemuka di berbagai negara.
Para pembicara tersebut berasal dari Cambridge University dan University of Leeds di Inggris, Universidad Autónoma de Querétaro di Meksiko, serta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Kehadiran akademisi dari berbagai institusi tersebut memperluas perspektif pembahasan sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan pengembangan kolaborasi akademik lintas negara.
Selain pembicara internasional, konferensi ini juga menghadirkan belasan pembicara utama (keynote speakers) dari sejumlah institusi pendidikan, antara lain IAKN Kupang, STT Mamasa, dan STFT Jaffray Makassar.
Keterlibatan para akademisi tersebut memperkaya diskusi melalui beragam perspektif keilmuan, khususnya dalam menghubungkan teologi kontemporer dengan persoalan lingkungan, kehidupan beragama, dan perkembangan teknologi digital.
Salah satu fokus utama konferensi ini adalah eko-teologi, yakni kajian yang menghubungkan iman dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan hidup.
Isu ini menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk institusi keagamaan dan perguruan tinggi.
Melalui perspektif eko-teologi, agama diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan nilai-nilai moral dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
Pembahasan ini juga mendorong pengembangan pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan semata-mata persoalan sosial dan ekologis, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab etis dan spiritual manusia terhadap ciptaan.
Selain lingkungan, moderasi beragama menjadi isu penting yang dibahas dalam konferensi internasional tersebut.
Di tengah keberagaman masyarakat dan dinamika kehidupan sosial, moderasi beragama memiliki peran strategis dalam memperkuat toleransi, menghormati perbedaan, serta membangun hubungan yang damai antarkelompok masyarakat.
Forum akademik ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya dialog, keterbukaan, dan sikap saling menghargai sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan bersama yang harmonis.
Melalui kajian lintas disiplin dan pertukaran pengalaman akademik, konferensi ini diharapkan dapat memperkaya pendekatan dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan inklusif.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah budaya digital, yang semakin memengaruhi cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, dan membangun relasi sosial.
Perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai peluang bagi kemajuan pendidikan dan penelitian. Namun, pemanfaatannya juga membutuhkan landasan etika dan tanggung jawab agar teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Dalam konteks tersebut, pertemuan antara iman dan teknologi menjadi tema yang relevan untuk dikaji. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi salah satu landasan etis dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara bijaksana, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Pembahasan mengenai budaya digital sekaligus memperlihatkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons perubahan zaman melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan pemikiran kritis.
Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Ezra Tari, menegaskan bahwa pengayaan diskursus interdisipliner menjadi salah satu kontribusi penting konferensi ini. Pertemuan berbagai akademisi memungkinkan kajian teologi modern berdialog dengan persoalan pelestarian lingkungan dan perkembangan budaya digital.
Kehadiran pembicara dari institusi pendidikan di Inggris, Meksiko, dan Indonesia juga memperkuat dimensi internasional kegiatan tersebut. Pertukaran gagasan yang berlangsung diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama akademik dan penelitian di masa mendatang.
Melalui konferensi yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, Pascasarjana IAKN Kupang menunjukkan komitmennya untuk berpartisipasi dalam diskursus akademik global sekaligus mengangkat isu-isu yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat
Konferensi ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan di ruang akademik, tetapi juga mendorong lahirnya pemikiran dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penguatan toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Dengan mengusung tema “Faith, Creation, and Technology for a Sustainable and Harmonious Future”, konferensi internasional ini menegaskan pentingnya membangun hubungan yang seimbang antara iman, tanggung jawab terhadap ciptaan, dan kemajuan teknologi demi mewujudkan masa depan yang berkelanjutan, damai, dan harmonis.*
Alberto



