Miskomunikasi Petani Ijen Ngluruk Wisma Ketua DPRD

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Puluhan Petani Ijen ngluruk ke Wisma Ketua DPRD, di Perumahan Hargowilis Jl. Ade Irma Suryani No. 21 Kelurahan Tamansari Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.
Kehadiran Petani Ijen ke Wisma Ketua DPRD karena terjadi miskomunikasi. Mereka tidak mendapat informasi bahwa rencana pertemuan Forkopimda dengan Petani Ijen di Gedung DPRD yang rencananya digelar Selasa, 12/8 2025, ditunda.
Untuk melampiaskan kekecewaannya dan agar kehadirannya ke Bondowoso tidak sia-sia, Petani Ijen langsung ngluruk ke Wisma DPRD untuk menyampaikan uneg-unegnya pada Ketua DPRD, H. Ahmad Dhafir.
Sebagai wakil rakyat, Dhafir, sapaannya, menerima kehadiran tamu tidak diundang tersebut dengan senang hati. Sebab, kebiasaan politisi PKB ini, siapapun tamu yang datang, baik kelas alit maupun elit, selalu diterima dengan penuh hormat.
“Sudah merupakan kewajiban saya menerima seluruh tamu yang datang ke Wisma. Apalagi dari Kecamatan Ijen. Mereka jauh-jauh datang menemui saya pasti ada kepentingan yang sangat urgen,” jelasnya.
Petani Ijen, lanjutnya, yang terdiri dari 6 Desa tersebut mengaku resah karena tidak diperbolehkan menanam tanaman semusim dan sebagian lahan sudah ditutup. Dhafir berjanji akan menyampaikan keluhan petani pada pihak yang berwenang.
Setelah 3 jam bertemu dengan Ketua DPRD, mereka pulang dengan tertib ke Ijen. Para petani mengaku puas, karena Ketua DPRD telah menampung seluruh aspirasinya dan akan dicarikan solusinya.
Budi, petani asal Desa Jampit Kecamatan Ijen mengatakan, semula rombongannya, yang merupakan perwakilan dari 6 Desa di Kecamatan Ijen akan menghadiri undangan Sekda di Gedung DPRD.
“Ternyata sesampainya di DPRD, tidak terlihat ada pertemuan Forkopimda dengan Petani Ijen. Ahirnya rombongan memutuskan untuk bertemu dengan Ketua DPRD,” kata Budi yang diiyakan petani lainnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



