Komisi III DPRD Probolinggo Soroti Kinerja DPMPTSP, Perubahan Anggaran Berulang Dinilai Cerminkan Perencanaan Lemah

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM– Komisi III DPRD Kota Probolinggo melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sorotan utama diarahkan pada tata kelola perizinan yang dinilai belum tegas serta ketidakkonsistenan dalam perencanaan anggaran.
Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Gerindra-PPP, Robit Riyanto, mengungkapkan bahwa penjabaran anggaran DPMPTSP tahun 2025 mengalami perubahan hingga sepuluh kali. Meskipun perubahan tersebut disebut hanya berupa pergeseran internal tanpa memengaruhi total nilai anggaran, frekuensi revisi yang tinggi dinilai menunjukkan lemahnya perencanaan sejak awal.
“Kalau sampai sepuluh kali berubah, itu bukan dinamika, tapi indikasi perencanaan yang tidak matang,” tegas Robit, Senin (1/4/2026).
Selain persoalan anggaran, capaian kinerja DPMPTSP yang baru mencapai 89 persen juga mendapat sorotan. Program strategis seperti Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) bahkan harus ditunda hingga tahun 2026 dengan alasan kendala regulasi di tingkat provinsi. Menurut Robit, alasan administratif tidak seharusnya menjadi pembenaran atas lambannya kinerja pemerintah daerah.
“Jangan jadikan prosedur sebagai tameng stagnasi. Daerah harus tetap bergerak dan mencari solusi,” ujarnya.
Di sisi lain, DPRD menilai derasnya arus investasi yang masuk ke Kota Probolinggo perlu diimbangi dengan ketegasan dalam pemberian izin usaha. Hal ini penting agar tidak menimbulkan ketimpangan di kalangan pelaku usaha.
“Kalau tidak memenuhi standar, jangan dipaksakan. Ini soal keadilan bagi pelaku usaha yang taat aturan,” tambahnya.
DPRD juga menyoroti adanya peresmian sejumlah usaha yang diduga belum mengantongi izin secara lengkap. Kondisi tersebut dinilai dapat mencederai wibawa pemerintah sebagai regulator.
“Kalau pemerintah sendiri tidak memberi contoh yang benar, lalu masyarakat mau diarahkan ke mana?” tandas Robit.
Meski demikian, DPRD tetap memberikan apresiasi terhadap capaian investasi Kota Probolinggo yang berhasil menembus lebih dari Rp1,1 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut didorong oleh meningkatnya Penanaman Modal Asing (PMA) serta penerapan sistem perizinan berbasis digital yang mulai memberikan dampak positif terhadap iklim investasi daerah.
(Yul)



