Bupati Polman Soroti Batas Belanja Pegawai, Minta ASN Tinggalkan Pola Lama

BeritaNadional.ID POLMAN SULBAR–Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XIV, XV, dan XVI di Auditorium BBPK-APDN IV Makassar, Senin (4/5/2026).
Di hadapan 120 peserta, Bupati menyampaikan arahan yang tegas namun tetap hangat. Ia mengingatkan para CPNS agar tidak sekadar menjalani proses pelatihan formal, tetapi juga memahami esensi pengabdian sebagai bagian dari aparatur negara.
“Saudara kini bukan lagi individu biasa, melainkan bagian dari sistem pemerintahan yang memegang peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah mengalokasikan investasi besar pada penguatan sumber daya manusia aparatur. Jumlah ASN dan tenaga pemerintah di daerah tersebut kini telah melampaui 11 ribu orang. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan serius terhadap kemampuan fiskal daerah.
Ia menegaskan, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, belanja pegawai dibatasi maksimal 30 persen dari APBD paling lambat tahun 2027. Dengan demikian, birokrasi yang tidak produktif tidak lagi memiliki ruang.
“Ke depan, ASN tidak cukup hanya bekerja rutinitas tanpa hasil. Mereka harus menjadi aset yang memberi kontribusi nyata, bukan justru menjadi beban,” tegasnya.
Sebagai bagian dari langkah penataan birokrasi, Pemkab Polman menerapkan kebijakan moratorium penerimaan ASN pindahan dari luar daerah. Sebaliknya, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi ASN yang ingin pindah keluar. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan kualitas aparatur tetap terjaga.
Bupati juga menyoroti besarnya potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif dan pariwisata. Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan pada kemampuan mengelolanya secara optimal.
“Persoalan kita bukan kekurangan potensi, tetapi bagaimana mengelolanya dengan baik. Di sinilah peran ASN menjadi sangat krusial,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa paradigma pemerintahan modern tidak lagi bertumpu pada besarnya struktur organisasi, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, para peserta Latsar diminta untuk menjadi ASN yang mampu menghadirkan solusi dan membawa perubahan.
“Jadilah ASN yang hadir dengan solusi dan meninggalkan jejak perubahan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar setiap tugas yang dijalankan tetap selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Polewali Mandar yang sehat, cerdas, dan maju, dengan tetap berlandaskan nilai agama, budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta dapat mengikuti Latsar dengan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen tinggi dalam membangun karakter serta integritas sebagai pelayan publik.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi baru birokrasi yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.



