Jember

BPBD Jember Latih Puluhan Siswa Hadapi Bencana, dari Evakuasi Banjir hingga Karhutla

BeritaNasional.ID – JEMBER – Puluhan siswa SMA Al-Furqon Jember mendapatkan pelatihan langsung penanganan bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan pengalaman praktik mulai dari evakuasi banjir hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagai bagian dari penguatan mitigasi sejak dini.

Sebanyak 84 siswa bersama enam guru pendamping mengikuti rangkaian outing class yang dirancang menyerupai simulasi kondisi lapangan. Mereka tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga berpindah dari satu pos ke pos lain untuk memahami prosedur penanganan bencana secara langsung.

Kepala BPBD Jember yang sekaligus Ketua Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops), Edy Budi Susilo, mengatakan pendekatan praktik menjadi kunci agar pelajar memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat dan mencoba langsung bagaimana proses evakuasi dan penanganan bencana. Harapannya, mereka tidak panik dan bisa mengambil langkah tepat saat menghadapi kondisi darurat,” ujar Edy.

Di pos perahu karet, peserta dikenalkan pada penggunaan alat pelindung diri (APD) serta teknik dasar evakuasi korban banjir. Sementara di pos chainsaw, siswa mendapatkan edukasi penggunaan alat pemotong untuk penanganan pohon tumbang, termasuk aspek keselamatan kerja.

Selain itu, di pos logistik dan gudang peralatan, peserta mempelajari pengelolaan bantuan serta sistem penyimpanan alat kebencanaan agar siap digunakan saat tanggap darurat. Pada pos karhutla, siswa dibekali pemahaman mengenai penyebab, dampak, serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Tak hanya itu, Edy menambahkan, peserta juga diajak mengenal peran Pusdalops, termasuk alur pelaporan saat terjadi bencana dan koordinasi penanganan di lapangan.

Edy menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi BPBD dalam memperluas literasi kebencanaan, khususnya di kalangan generasi muda.

“Semakin banyak masyarakat yang paham mitigasi, maka risiko dan dampak bencana bisa ditekan. Pelajar bisa menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Meski sempat terkendala kondisi ruang materi yang panas, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga penutupan. BPBD Jember berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah guna membangun budaya sadar bencana di daerah. (rus)

Lihat Selengkapnya
Back to top button