DPRD Kabupaten Malang Dukung Penguatan PSC 119, Siap Kawal Pembangunan Command Center Baru

Malang – DPRD Kabupaten Malang menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Dukungan tersebut mencakup rencana pembangunan Command Center PSC 119 yang lebih representatif hingga penambahan armada sepeda motor layanan darurat.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Ziaul Haq menegaskan, layanan PSC 119 merupakan pelayanan dasar kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat sehingga perlu diperkuat secara maksimal.
“Kami tentu mendukung karena PSC 119 berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Penguatan fasilitas dan pelayanan harus dilakukan agar masyarakat mendapatkan respon cepat saat kondisi darurat,” ujar Ziaul Haq, Senin (25/5/2026).
Dukungan tersebut disampaikan setelah Komisi IV DPRD Kabupaten Malang menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, Dinkes mengusulkan pemindahan Command Center PSC 119 ke area Kantor Dinas Kesehatan agar koordinasi pelayanan lebih optimal.
Selain pembangunan command center baru dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp800 juta, DPRD juga mendukung pengadaan sepeda motor PSC 119 sebagai penunjang layanan kegawatdaruratan di lapangan.
Menurut Ziaul Haq, DPRD tidak mempersoalkan bentuk armada yang digunakan selama pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan cepat dan efektif.
“Yang terpenting pelayanan kegawatdaruratan PSC 119 berjalan optimal. Mau melalui ambulans ataupun sepeda motor PSC 119, semuanya demi mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” tegas politisi Fraksi Gerindra tersebut.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Bayu Hangga Wardhana menjelaskan, pembangunan command center baru dilakukan sebagai bentuk penguatan sistem layanan PSC 119 ke depan.
Selama ini, Command Center PSC 119 masih menempati ruangan di lantai dua Gedung Koperasi Pegawai RSUD Kanjuruhan sejak pertama kali diluncurkan pada 2022 lalu.
“Personel command center banyak dari Dinas Kesehatan, sehingga jika lokasinya menjadi satu di Kantor Dinas Kesehatan koordinasinya akan lebih mudah,” jelas Bayu.
Saat ini, layanan PSC 119 masih mengandalkan call center 119 sebagai pusat layanan utama. Sedangkan fitur panic button sementara belum dioperasikan.
Di sisi lain, enam unit sepeda motor PSC 119 telah diuji coba di sejumlah puskesmas seperti Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Kepanjen, Lawang dan Pakis. Hasil evaluasi menunjukkan armada tersebut cukup efektif membantu percepatan penanganan darurat di wilayah pelayanan.(den)



