Siswa SMP Lumajang Meninggal Diduga Dianiaya Teman, Bupati: Kami Kawal Sampai Tuntas

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM – Dugaan kasus perundungan berujung maut menimpa siswa SMP di Lumajang. Korban berinisial MI, 16 tahun, siswa kelas IX, meninggal dunia Rabu 24 Juni 2026 setelah sempat dirawat akibat luka di kepala.
Peristiwa bermula pertengahan Mei 2026. Saat itu MI tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik di kelas. Dua siswa berinisial S dan A menegur MI soal sampah di bawah meja. MI menolak membersihkan karena merasa bukan pelakunya. Cekcok berujung pemukulan.
Kakak korban, Ahmad Dani, menuturkan MI tetap mengikuti ujian sampai selesai karena tidak langsung mengeluh sakit. Beberapa pekan kemudian kondisi MI memburuk. Ia mengalami pendarahan pada gigi dan harus dirawat di rumah sakit hingga akhirnya meninggal.
“Hasil visum dokter menyebut ada luka benturan di kepala. Keterangan dokter, luka itu sudah lama terjadi,” kata Dani di rumah duka, Dusun Darungan II, Desa Jatisari, Kedungjajang.
Kasus ini kini ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang. Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan seorang anak berinisial S telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Perkara ditangani Unit PPA. Karena pelaku anak berhadapan dengan hukum, penanganannya berbeda dengan orang dewasa. Motif dan kronologi masih didalami,” ujar Suprapto.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mendatangi rumah duka Selasa 30 Juni 2026. Ia menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan santunan kematian kepada keluarga. Bunda Indah menegaskan Pemkab akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Pihak keluarga sudah lapor ke Polres dan ini ranah kepolisian. Tapi saya akan kawal, apalagi menyangkut anak sekolah. Pendampingan lewat PPA Dinsos juga kami lakukan,” tegas Indah.
Karena sekolah berstatus swasta, Pemkab akan memanggil kepala sekolah, guru, dan pihak yayasan untuk evaluasi kelembagaan.
“Semua yang mengetahui peristiwa ini akan kami panggil. Kami sangat prihatin. Kasus ini akan dievaluasi menyeluruh dan proses hukumnya kami kawal sampai tuntas,” katanya.
Pemkab Lumajang menyatakan belasungkawa mendalam dan mengajak seluruh satuan pendidikan memperkuat pencegahan perundungan. Sekolah diminta aktif membangun budaya aman dan ramah anak.
(Red)



