BondowosoDaerahJawa Timur

Bondowoso Siap Direvalidasi Tim Ijen UGGp

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Dalam rapat koordinas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten Bondowoso mematangkan persiapan menghadapi proses  revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGGp).

Seluruh OPD  dan seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat sinergi agar status Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark dapat terus dipertahankan. Sekretaris Daerah (Sekda), Fathur Rozi, meminta seluruh OPD memahami tugas dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, seluruh pihak tidak perlu lagi menunggu instruksi karena pembagian peran telah disusun secara jelas. Semua sudah mengetahui siapa berbuat apa. Masing-masing OPD memiliki tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya.

“Agar proses revalidasi berjalan lancar dan status Ijen UNESCO Global Geopark tetap dapat dipertahankan. Hasil pra-revalidasi yang sebelumnya diikuti tim dari Bappenas, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), dan tim dari Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi menghasilkan sejumlah catatan penyempurnaan yang bersifat teknis,” kata Rosi, sapaannya.

Di antaranya adalah pengaturan jumlah pendamping di setiap lokasi agar asesor UNESCO dapat lebih leluasa melakukan wawancara dengan penanggung jawab titik geosite serta memastikan narasi yang disampaikan lebih fokus dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Catatan yang diberikan tidak terlalu spesifik, lebih kepada penyempurnaan teknis agar seluruh titik benar-benar siap saat proses revalidasi berlangsung. Ia juga mengapresiasi komitmen seluruh OPD dan Balai Taman Nasional, Perhutani, BKSDA, institusi pendidikan, hingga berbagai stakeholder yang telah menindaklanjuti hasil rapat persiapan sebelumnya.

Menurutnya, dukungan terhadap Geopark Ijen tidak hanya diwujudkan melalui program khusus, tetapi juga menjadi bagian dari kewajiban masing-masing OPD sesuai bidangnya, termasuk melalui alokasi anggaran yang telah terintegrasi dalam program kerja.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menegaskan bahwa Geopark Ijen bukan sekadar program sektor pariwisata, melainkan konsep pembangunan daerah yang melibatkan berbagai sektor.

“Pembangunan berbasis geopark mencakup aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan perempuan dan anak, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan UMKM melalui berbagai pendampingan,” jelasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button