MamujuSulawesi Barat

PUPR Sulbar Usulkan Rp289,5 Miliar melalui Kementerian PU, Prioritaskan Embung Hadapi Dampak El Niño Berkepanjangan

BeritaNasional. ID MAMUJU SULBAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengusulkan dukungan anggaran sekitar Rp289,5 miliar untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur sumber daya air, sungai, irigasi dan pengamanan pantai.

Usulan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan infrastruktur dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air di tengah ancaman perubahan iklim dan dampak El Niño yang berkepanjangan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka “Maju dan Sejahtera: Maju Daerahnya, Sejahtera Rakyatnya”. Penguatan infrastruktur sumber daya air, khususnya penyediaan tampungan air melalui embung dan peningkatan jaringan irigasi, dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta menjaga produktivitas pertanian.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, pembangunan infrastruktur diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.

Prioritas diarahkan pada pembangunan embung dan sarana tampungan air yang dapat berfungsi sebagai cadangan air pada periode kemarau panjang. Embung diharapkan mampu menampung air pada musim hujan untuk kemudian dimanfaatkan pada musim kering, baik untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan masyarakat.

Kebijakan ini menjadi semakin penting karena fenomena El Niño yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan debit sumber air dan mengganggu pelayanan irigasi.

Selain embung, usulan Rp289,5 miliar tersebut mencakup sejumlah program pengendalian banjir dan pengamanan sungai serta pantai, antara lain Sungai Karema, Kali Mamuju, Sungai Kalukku, Sungai Riso, Sungai Lumu, serta pengamanan Pantai Mampie dan Pasangkayu.

Program irigasi juga menjadi perhatian, termasuk peningkatan jaringan Daerah Irigasi Maloso di Kabupaten Polewali Mandar, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada pengendalian bencana tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi pertanian.

Dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026, Kepala Bidang PSDA PUPR Sulawesi Barat, Suriana Zain, mengatakan bahwa kondisi iklim yang semakin tidak menentu menuntut pemerintah untuk memperkuat infrastruktur tampungan air.

“Embung menjadi salah satu prioritas karena kita perlu menyiapkan cadangan air menghadapi musim kemarau yang semakin panjang. Air yang kita tampung pada saat ketersediaannya cukup nantinya dapat dimanfaatkan ketika masyarakat dan lahan pertanian membutuhkan,” ujar Suriana.

Suriana menegaskan, pembangunan infrastruktur sumber daya air harus dilakukan secara terintegrasi antara penyediaan air, irigasi, pengendalian banjir dan perlindungan kawasan pesisir.

“Kami berharap usulan ini mendapatkan dukungan sehingga pembangunan embung dan infrastruktur sumber daya air lainnya dapat segera direalisasikan. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi untuk ketahanan pangan, ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button