Kampung Nelayan Merah Putih Pujiharjo Resmi Beroperasi, Jadi Percontohan Nasional

Menariknya, kawasan ini juga didapuk menjadi salah satu proyek percontohan di tingkat nasional. Sebagai bentuk perhatian serius dari pemerintah pusat, Kampung Nelayan Merah Putih dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sebelum resmi beroperasi penuh, proyek strategis nasional ini telah melalui serangkaian pemantauan ketat dari pemerintah pusat. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, tercatat telah melakukan kunjungan kerja langsung ke Desa Pujiharjo untuk mengevaluasi kelayakan infrastruktur dan memastikan seluruh fasilitas dibangun sesuai standar kualitas yang tinggi.
Tidak hanya dari kementerian terkait, kawasan pesisir Malang Selatan ini juga mendapatkan peninjauan strategis langsung dari pihak Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI. Kehadiran Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh selaku Staf Khusus KSP ke wilayah Kabupaten Malang menjadi bukti nyata komitmen pusat dalam memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan program-program prioritas Presiden agar tepat sasaran, efisien, serta berdampak konkret bagi percepatan ekonomi lokal.
Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso Hadi Winulyo, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas rampungnya fasilitas strategis tersebut saat diwawancarai oleh Beritanasional.id.
“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi momentum penting bagi kemajuan desa kami. Namun, di balik kemegahan fasilitas ini, ada tanggung jawab besar yang kini berada di pundak warga untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan seluruh aset yang telah diberikan agar asas pemanfaatannya bisa berkelanjutan,” ujar Hendik.
Saat ini, berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan telah berfungsi optimal. Beberapa di antaranya meliputi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dermaga tambat labuh, pabrik es, cold storage, hingga fasilitas docking kapal.
Keberadaan infrastruktur modern ini diharapkan membuat tata kelola aktivitas nelayan menjadi lebih teratur. Dermaga tambat labuh kini memberikan keamanan ekstra bagi kapal untuk bersandar. Di sisi lain, kehadiran pabrik es menjadi solusi krusial dalam menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan sebelum didistribusikan ke pasar. Nelayan setempat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk mendapatkan es balok dan perbekalan melaut.
Selain fokus pada penangkapan, sentra pengolahan hasil laut di kawasan ini dibuka untuk memicu keran ekonomi baru. Melalui fasilitas tersebut, tangkapan laut tidak lagi hanya dijual mentah, melainkan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah. Peluang ini terbuka lebar bagi nelayan, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga generasi muda setempat untuk mendongkrak nilai jual komoditas.
Hendik menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk mendorong produktivitas, meningkatkan nilai ekonomi perikanan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah Malang Selatan secara berkelanjutan.
Menjelang agenda peresmian oleh Presiden, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus mematangkan berbagai persiapan. Penataan lingkungan, uji kelayakan fasilitas, hingga aspek logistik acara terus dikebut agar seremonial berjalan tertib dan lancar.
Pihak pemerintah desa juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun. Tujuannya agar infrastruktur ini memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Malang. (den/ady)



