Nelayan Besuki Dibekali E-Pass dan Alat Keselamatan, KSOP Panarukan Ingatkan Bahaya Melaut

BeritaNasional.id. SITUBONDO, – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menggelar kampanye keselamatan pelayaran bagi nelayan pesisir Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pesisir Besuki, Kamis (24/9/2026), tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, KSOP Panarukan tidak hanya memberikan edukasi mengenai keselamatan pelayaran, tetapi juga membagikan E-Pass Kecil serta alat keselamatan berupa lifejacket dan lifebuoy kepada para nelayan.
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Herland Aprilyanto mengatakan, keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap nelayan sebelum melaut.
Menurut dia, laut merupakan sumber kehidupan sekaligus mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, aktivitas di laut harus dilakukan dengan memperhatikan kelaiklautan kapal, kelengkapan dokumen, kondisi mesin, kesiapan awak kapal, serta peralatan keselamatan.
“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat nelayan,” kata Herland dalam kegiatan tersebut.
Herland juga mengingatkan nelayan agar tidak mengabaikan keselamatan meski hanya melaut dalam jarak yang relatif dekat. Sebab, kondisi cuaca dan perairan dapat berubah sewaktu-waktu.
Para nelayan diminta selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum berlayar, memastikan kapal dan mesin dalam kondisi baik, serta membawa perlengkapan keselamatan.
Nelayan diberi edukasi keselamatan
Kampanye tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi keselamatan pelayaran yang disampaikan staf KSOP Kelas IV Panarukan, Zulhan Arifiansyah.
Para nelayan diberikan pemahaman mengenai pemeriksaan kondisi kapal sebelum berlayar, penggunaan alat keselamatan, kelengkapan dokumen kapal, hingga kesiapan awak kapal menghadapi kondisi darurat. Nelayan juga diingatkan agar tidak mengabaikan risiko pelayaran hanya karena sudah terbiasa dengan kondisi laut.
Selain keselamatan pelayaran, para nelayan mendapat materi mengenai penegakan hukum dalam penggunaan alat tangkap.
Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan pentingnya menggunakan alat tangkap yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nelayan juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum penggunaan alat tangkap yang dilarang serta pentingnya menjaga kegiatan penangkapan ikan agar tetap tertib dan tidak merusak lingkungan.
Nelayan diajak manfaatkan teknologi digital
Materi lainnya disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Sugeng Purwo Priyanto.
Ia memberikan materi bertajuk “Panduan Lengkap Nelayan Go Digital”.
Para nelayan diajak memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menunjang aktivitas dan meningkatkan produktivitas usaha.
Selain itu, disampaikan pula tata cara pengajuan surat rekomendasi bagi nelayan yang telah memiliki E-Pass Kecil.
Pemberian E-Pass Kecil tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong tertib administrasi kapal sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat nelayan.
Sementara pembagian lifejacket dan lifebuoy diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan nelayan ketika menghadapi kondisi darurat di laut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Wilayah Kerja Besuki KSOP Kelas IV Panarukan, Koordinator Pelabuhan Besuki, TNI AL, Kepala Desa Pesisir Besuki, serta para nelayan.
Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Panarukan berharap kesadaran nelayan terhadap keselamatan pelayaran semakin meningkat.
Keselamatan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan utama untuk melindungi jiwa, kapal, dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.



