PDIP Kecewa Pada Dinas Pertanian dan BPJS Ketenagakerjaan

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Dalam Rapat Paripurna Jawaban Ekskutif terhadap seluruh Pandangan Umum Fraksi-fraksi, Wakil Bupati Lora As’ad Syafi’I Yahya mengatakan, ada 21 ribu buruh tani yang mendapat bantuan BPJS Tenaga Kerja.
“Bantuan tersebut berasal dari DBHCT senilai Rp3M. Mayoritas yang mendapat bantuan adalah buruh tani yang bekerja di sector tembakau. Dengan harapan mereka bisa meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Namun disisi lain, program tersebut mendapat kritikan dari H. Andi Hermanto dari Fraksi PDIP. Yang dikritik bukan programnya, tapi transparansi data, sehingga menyulitkan legislative melakukan pengawasan.
“Programnya bagus, membantu buruh tani dalam bidang ketenagakerjaan, sehingga buruh tani bekerja lebih focus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian tembakau,” jelasnya.
Namun sayangnya, kata mantan Wakil Ketua DPRD ini, tidak jelas siapa saja yang menerima bantuan, by name by address. Dan berapa orang yang sudah menerima manfaat dari program bernilai milyaran ini akibat kelakaan kerja.
Sebab, sejak program ini diluncurkan, walaupun DPRD sudah meminta data penerima program, sampai saat ini belum dipenuhi. Baik oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan maupun oleh BPJS Ketenakerjaan.
Tentu saja, dengan tidak diberikan data tersebut, DPRD hususnya PDIP sangat kecewa, karena ini menyangkut uang rakyat juga. Bagaimana DPRD bisa melakukan pengawasan jika tidak mempunyai data.
“Selama pihak terkait tidak memberikan data, kami boleh curiga kan, jika menduga ada oknom yang sengaja membuat anggaran tidak transparan untuk kepentingan kelompok dan golongannya,” kesalnya.



