Mendobrak Sekat Komunikasi, SMKN 1 Lumajang dan Komite “Ngopi Bareng” Awak Media

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM — Suasana santai menyelimuti Warung Ayam Pedas Bedjo, Desa Petahunan, Kecamatan Sukodono, Kamis (1/10/2026). Di balik cangkir-cangkir kopi yang mengepul, sebuah langkah strategis untuk meruntuhkan dinding pembatas antara dunia pendidikan dan insan pers tengah digagas.
SMKN 1 Lumajang bersama Komite Sekolah menggelar dialog santai bertajuk “Ngopi Bareng” bersama sejumlah wartawan lokal. Langkah ini ditempuh guna mendorong keterbukaan informasi publik serta membangun sinergi yang lebih sehat dan konstruktif.
Hadir dalam agenda tersebut Wakil Kepala SMKN 1 Lumajang Bidang Humas, Akhmad Maman Nafik, S.Pd., Bersama staf, Ketua Komite SMKN 1 Lumajang, Budi Satria Andika, beserta anggota, serta jajaran awak media Lumajang.
Media Adalah Mitra, Bukan Sosok yang Ditakuti Dalam diskusi yang penuh keakraban tersebut, Ketua Komite SMKN 1 Lumajang, Budi Satria Andika, menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma hubungan antara lembaga sekolah dan jurnalis. Menurutnya, sekolah tidak boleh bersikap tertutup atau alergi terhadap kehadiran wartawan.
“Media jangan ditakuti dan jangan dihindari. Justru media harus kita gandeng sebagai mitra strategis,” tegas Budi di hadapan para jurnalis.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi terutama menyangkut program kerja dan pengelolaan anggaran—sangat krusial untuk membangun kepercayaan publik. Melalui kerja sama yang transparan, prestasi, inovasi, dan karya-karya siswa dapat terpublikasi secara luas, sehingga masyarakat tidak hanya mendengar isu sekolah saat ada masalah semata.
Membangun Komunikasi Dua Arah Niat senada disampaikan oleh Waka Humas SMKN 1 Lumajang, Akhmad Maman Nafik, S.Pd. Ia menilai peran wartawan tidak sekadar memuat rilis pers, melainkan menjadi jembatan edukatif yang menghubungkan sekolah dengan wali murid dan masyarakat luas.
“Hubungan ini bukan sebatas publikasi berita, melainkan ruang komunikasi dua arah. Sekolah siap menyampaikan capaian dan programnya, sementara media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan jurnalistiknya secara profesional,” ungkap Maman.
Sesi “Ngopi Bareng” ini juga dimanfaatkan para awak media untuk memberikan masukan kritis terkait pola komunikasi publik yang efektif dari pihak sekolah.
Dialog interaktif ini mencairkan sekat-sekat formalitas, menciptakan pemahaman bersama tentang tantangan pendidikan di Kabupaten Lumajang saat ini.Melalui sinergi tiga pilar sekolah, komite, dan media diharapkan iklim pendidikan di Lumajang semakin terbuka, informatif, dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Pertemuan informal ini disepakati menjadi titik awal dari kolaborasi jangka panjang yang bermakna bagi dunia pendidikan daerah.
(red)



