DaerahJawa TimurProbolinggo

Cinta Itu Perasaan atau Pilihan? Ini Jawaban yang Bikin Hubungan Lebih Awet

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM- Pertanyaan klasik dalam hubungan asmara, apakah cinta itu perasaan atau pilihan, kembali menjadi perdebatan di media sosial. Jawabannya ternyata bukan salah satu, melainkan keduanya yang hadir dalam fase berbeda.

Apa yang menjadi inti persoalan adalah banyak pasangan yang kandas karena mengira cinta hanya soal rasa berbunga-bunga. Padahal, menurut kajian psikologi hubungan, cinta datang sebagai perasaan, namun bertahan karena pilihan.

Siapa yang merasakan hal ini adalah hampir semua pasangan. Pada fase awal, seseorang tidak bisa memilih kepada siapa ia jatuh cinta. Rasa deg-degan saat bertemu, rindu tanpa alasan, hingga terus memikirkan pasangan meski baru berpisah adalah reaksi otomatis. Secara ilmiah, otak sedang dibajak hormon dopamin dan oksitosin.

Kapan perasaan itu memudar? Riset menunjukkan fase euforia cinta hanya bertahan antara 6 bulan hingga 2 tahun. Setelah itu, kadar hormon menurun dan hubungan terasa lebih datar dan biasa saja.

Di mana letak masalahnya, banyak pasangan menganggap hilangnya perasaan berbunga-bunga sebagai tanda sudah tidak cinta lagi, sehingga memutuskan untuk berpisah.

Padahal, cinta yang dewasa justru baru dimulai pada titik tersebut.

Mengapa demikian? Karena cinta yang langgeng bukan lagi soal getaran perasaan, melainkan soal komitmen dan pilihan sadar.

Bagaimana wujud cinta sebagai pilihan itu? Setidaknya ada empat bentuknya:

1. Tetap setia meski perasaan sedang hambar.

2. Tetap bersikap baik meski sedang marah.

3. Tetap berusaha romantis meski dalam kondisi lelah.

4. Tetap memilih pasangan meski ada pilihan lain yang terlihat lebih menarik.

Dengan kata lain, perasaan membuat seseorang jatuh cinta, sementara pilihan membuat seseorang tetap cinta.

Pakar hubungan menyarankan, daripada mengatakan “aku sayang kamu karena aku merasa sayang,” akan lebih bermakna jika mengatakan “aku memilih untuk terus menyayangimu setiap hari, bahkan di hari-hari terburukmu.”

Sebab, perasaan bisa hilang kapan saja, tetapi pilihan adalah bentuk komitmen yang menjaga hubungan tetap bertahan lama.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button