ACEH

APSA Menilai “Perang Terbuka” DPRA dan Plt Gubernur Merugiakan Rakyat Aceh

BeritaNasional.ID-Gayo Lues-Aliansi Pemuda Se-Aceh (APSA) yang tergabung dari Elemen Pemuda Seluruh Aceh mendesak agar DPRA dan Pemerintah Aceh segera menyelesaikan konflik kedua lembaga tersebut karena dapat menghambat berbagai pembangunan yang ada di Aceh.

Kami sangat menyayangkan konflik kedua lembaga tersebut yang sudah berlarut tanpa ada titik temu. DPRA seolah-olah sudah menutup mata terhadap jalan musyawarah mufakat dalam menjalankan fungsinya dan bahkan tindakan DPRA terkait pengambilan kebijakan pembatalan Multiyears menghambat pembangunan Aceh secara menyeluruh dan merugikan rakyat Aceh” Ucap Alfaraby Selaku Koordinator APSA, Sabtu (12/09/2020).

Dirinya juga mengharapkan Plt Gubernur Aceh agar dapat menempuh jalur yang sama, mengingat Konflik Legislatif dan Eksekutif sudah berlarut sejak masa Pemerintahan Zaini – Mualem dan berlanjut sampai sekarang.

“Kami meminta Bapak Plt dapat mengakomodasi segala kepentingan DPRA, jika itu berpihak bagi seluruh Rakyat Aceh. Tidak ada gunanya jika didalam parlemen terjadi ketidakharmonisan karena dapat menghambat tugas-tugas DPRA untuk mewakili suara konstituennya (Rakyat). DPRA memang harus kritis dalam mengawasi pemerintah namun juga harus realistis dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Mereka juga menyampaikan, arogansi bukan jalan keluar dalam menyelesaikan permasalahan di Aceh. Aceh masih tertinggal dalam segala bidang dengan Provinsi lain terlebih soal ekonomi.

“Mari sama-sama berbesar hati dengan mengesampingkan sentimen pribadi dan kelompok, karena jabatan Gubernur dan DPRA merupakan amanah yang dititipkan oleh rakyat bukan oleh segelintir kelompok,” ucapnya.

Dengan memahami tiga fungsi DPRA tersebut, mereka berharap hubungan dan kerjasama antara pemerintah dengan lembaga wakil rakyat dapat terjalin dengan baik, saling sinergis dan saling memahami. Karena peran dan kedudukannya setara. Masing-masing memiliki kekuatan dan daya tawar yang sama. namun jangan sampai terjadi gerombolan ego dan kemauan masing-masing.

“Dan kami dari Aliansi Pemuda Se – Aceh juga mendesak agar DPRA dan Plt Gubernur untuk segera melakukan rekonsiliasi kelembagaan demi menjaga stabilitas politik di Aceh yang berpengaruh pada pembangunan di Aceh,” katanya.

Mereka juga memberikan tenggat waktu satu bulan, jika konflik tersebut tidak selesai maka ASPA akan melakukan aksi Demonstrasi di Seluruh Aceh.(rel/Abu Bakri)

 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close