Daerah

Bank Jatim Bondowoso-Gate

Semua yang Terlibat Harus Diperiksa oleh Kejari

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Tiga Perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Bondowoso menjadi ladang empuk untuk mengeruk uang rakyat. Ketiga Bank tersebut adalah BNI, BRI, dan Bank Jatim.

Salah satu BNI-Gate berupa kasus pinjaman penanaman porang, juga melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lagi-lagi, rakyat tidak berdaya menjadi korban. Mereka hanya dipinjam namanya untuk mendapat pinjaman KUR Porang.

BRI yang juga merupakan lembaga keuangan milik pemerintah tidak lepas dari kasus keuangan. Beberapa waktu yang lalu, BRI Cabang Bondowoso di demo oleh ratusan orang, karena diduga oknom petugas BRI bermain curang.

Kali ini yang ‘bermain-main’ dengan rakyat adalah Bank Jatim Bondowoso. Terviral, Bank Jatim kebobolan hingga Rp 20M akibat dugaan kongkalikong antara oknom Bank Jatim dengan warga yang mengaku sebagai Pengusaha Kopi.

Menurut Syaiful Rijal, disebut kongkalikong karena dengan mudahnya Bank Jatim mengucurkan pinjaman KUR senilai Rp 100 juta tanpa melakukan analisa kredit yang detail. Buktinya, pengangguran yang dipinjam namanya oleh RAZ bisa mendapatkannya.

“Dua puluh orang yang mendapat pinjaman KUR dari Bank Jatim terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok beranggota 10 orang. Mereka dapat pinjaman KUR walau tidak punya usaha,” jelasnya.

Padahal, lanjutnya, jika pengusaha ingin mendapatkan pinjaman KUR lewat jalur resmi, rumitnya setengah mati. Jadi program pemerintah mempemudah akses modal dengan bunga rendah, hususnya di Bondowoso gagal.

Ditambahkan, dalam kasus ini, LBH Anshor akan terus mengawalnya, sehingga seluruh yang terlibat dalam pinjaman KUR yang ‘makan’ korban warga Gakin Extrem ini diperiksa oleh Penyidik Kejari Bondowoso.

Yang diharapkan, Kejari dapat mengungkap kasus ini secara terang benderang. Agar tidak ada lagi oknom pegawai Bank yang ‘mengeruk’ uang rakyat dan tidak ada lagi korban dari warga yang ekonominya sangat lemah. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button