Belasan Tahun Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Pemuda di Lumajang Tanam Pohon Pisang di Jalan

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM — Kesabaran warga Kecamatan Pasrujambe, Pasirian dan Candipuro Kabupaten Lumajang, habis. Setelah kurang lebih 15 tahun jalan rusak tak kunjung diperbaiki, tepatnya di jalan Semeru, jalan dari arah timur desa Tumpeng menuju Desa pasrujambe, puluhan pemuda melampiaskan protes dengan menanam pohon pisang di jalan, Kamis (24/9/2026).
Aksi protes itu dihiasi tulisan-tulisan pedas yang menyindir pemerintah. Di batang pohon pisang yang ditanam, tertancap tulisan tangan “Dalan Opo Kali Iki” dan “Semoga Panjang Umur Pejabat”.
Tak hanya itu, warga juga membentangkan spanduk di tengah jalan bertuliskan “Kapan Jalan Kami Diperbaiki”. Bahkan di gapura masuk Desa Kertosari, warga menulis protes keras: “Pajak Telat Didendo, Jalan Rusak Dijarno”.
Salah satu warga membenarkan, penanaman pohon pisang dan pemasangan tulisan tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.
“Iya benar, itu bentuk protes warga. Sudah 15 tahun jalan ini rusak, tidak pernah ada perbaikan. Padahal ini akses utama warga,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang melalui Kepala Bidang Bina Marga Heri sebutan akrabnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya memberikan jawaban singkat.
“Masih proses usulan pengajuan perbaikan mas,” jawabnya.
Jawaban tersebut justru memicu kekecewaan warga. Pasalnya, alasan serupa disebut-sebut telah bertahun-tahun disampaikan tanpa realisasi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak tutup mata dan segera melakukan perbaikan. Jalan yang rusak parah itu dikeluhkan membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
(red)



