Daerah

Bupati Bondowoso Turun, Pengantre BBM Mengurang

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Selama dua hari ini, lusa dan kemarin, Bondowoso dihebohkan oleh antrian panjang untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mulai dari pertamax hingga solar bersubsidi.

Sebetulnya, pasokan BBM ke 8 SPBU di Bondowoso sudah melampaui quota. Cuma karena masyarakat panic, ahirnya membeli BBM dengan over capacity. Ditambah ulah pengecer nakal yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Kondisi ini bukan disebabkan BBM langka, tapi karena pengiriman BBM lambat akibat ditutupnya jalur Gumitir. Sehingga antrian panjang dari Banyuwangi menuju Situbondo tidak terhindarkan. Truck pengangkut BBM juga terkena dampaknya.

Melihat warganya mengantri lama untuk mendapatkan BBM, Bupati Bondowoso KH. Abd. Hamid Wahid turun langsung ke lapangan. Didampingi sejumlah pejabat dan Sekda Fathorrosi, Bupati langsung menuju SPBU mengendarai sepeda ontel.

Di salah satu SPBU, Ra Hamid, sapaan Bupati langsung berkomunikasi dengan pemotor yang antri membeli BBM. “Apakah masih mengantri panjang,” tanyanya. “Tidak Bupati, kalau kemarin antriannya panjang,” jawab Pemotor tersebut.

Setelah mengetahui pengisian BBM pada motor warganya normal kembali, Bupati bersama rombongan langsung sarapan di warung nasi kaki lama. Ini bukan pencitraan, tapi saat Sidak memang masih pagi sekali.

Bupati Bondowoso, mengatakan, krisis BBM di Kabupaten Bondowoso bukan disebabkan oleh langkanya BBM, tapi karena masalah distribusi. Menurutnya, salah satu penyebab distribusi BBM terganggu akibat perbaikan jembatan di Besuk Klabang.

“Jadi bukan kelangkaan stok BBM, tapi karena jalur distribusi saja yang crowded,” kata Bupati Bondowoso saat melakukan monitoring di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), Rabu (30/7/2025).

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan koordinasi untuk mengatasi masalah distribusi BBM ini. Ra Hamid juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk redistribusi dan pengalihan supply ke Bondowoso, Jember, dan Situbondo. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button