Bupati Situbondo Dorong UMKM Naik Kelas, Minta Buatkan Baju Batik Dari Penjahit Lokal

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, secara mendadak menghadiri kegiatan sosialisasi dan pendampingan bertajuk Digitalisasi dan Branding UMKM Inklusif di Balai Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Situbondo.
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari dua universitas Universitas Jember, Universitas dr Soebandi Jember dan Univeritas Muhammadiyah Malang yang tengah mengabdikan diri di desa tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan kebanggaannya sekaligus dorongan kuat bagi para pelaku UMKM agar berani naik kelas melalui strategi branding digital.

“Bayangkan, kita punya sekitar 7.000 ASN di Situbondo. Kalau penjahit lokal bisa melayani kebutuhan pakaian dinas mereka, bukankah itu peluang besar? Saya ingin mereka bisa makan dan bekerja dari Situbondo saja,” ujar Mas Rio di hadapan peserta.
Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, branding menjadi penentu utama dalam bersaing di era digital.
“Saya mungkin tak akan jadi Bupati kalau jargon ‘Patenang’ tidak saya gaungkan sejak awal. Branding itu penting, harus dipromosikan, dan harus muncul di media sosial,” tegasnya.
Kehadiran Mas Rio pun membawa keberuntungan bagi salah satu peserta, H. Fauzi, yang langsung mendapat pesanan khusus: membuatkan baju batik untuk orang nomor satu di Situbondo tersebut.
Selain mendorong para penjahit lokal, Mas Rio juga menyentil potensi besar pada sektor lain, seperti budidaya lele. Ia menyebut permintaan pasar dari Kalimantan cukup tinggi, dan membuka peluang baru bagi peternak lele Situbondo.
Kepala Desa Curah Jeru, Sandi, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati dan keterlibatan dua universitas dalam membina UMKM di desanya.
“Kami merasa bangga karena Desa Curah Jeru menjadi lokasi KKN dan ajang peningkatan UMKM. Kehadiran Pak Bupati tentu jadi motivasi besar bagi warga kami,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi awal baru bagi pelaku UMKM di Situbondo untuk berkembang secara digital, serta memanfaatkan kekuatan branding sebagai senjata utama menembus pasar lebih luas.



