Bupati TTU Jadi Narasumber Kuliah Umum di Unimor, Mahasiswa Antusias Bahas Isu Perbatasan

BeritaNasional.ID, KEFAMENANU — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Timor (Unimor), Senin (13/10/2025), ketika Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, hadir sebagai narasumber utama dalam Kuliah Umum Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Kegiatan akademik yang digelar sejak pukul 09.00 WITA itu dihadiri langsung oleh Rektor Unimor, Stefanus Sio, Dekan FISIPOL, Aplonia Pala, serta Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Egidius Fkun.
Turut hadir para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan yang memadati ruang kuliah.
Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Falent itu mengangkat tema penting mengenai “Perbatasan sebagai Beranda Depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.
Ia menegaskan bahwa wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten TTU yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste, memiliki posisi strategis sekaligus tantangan tersendiri bagi pembangunan nasional.
“Wilayah perbatasan bukanlah halaman belakang, melainkan beranda depan NKRI. Karena itu, kawasan ini harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak — baik pemerintah pusat, daerah, maupun perguruan tinggi,” tegas Bupati Falent.
Ia menjelaskan bahwa perhatian terhadap kawasan perbatasan tidak hanya sebatas pada aspek keamanan, tetapi juga harus mencakup dimensi sosial, ekonomi, pertanahan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Masyarakat di perbatasan memiliki potensi besar. Namun tanpa pendidikan dan akses ekonomi yang memadai, mereka sulit berkembang. Kita harus hadir memberikan solusi nyata agar warga perbatasan bisa maju sejajar dengan daerah lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Falent menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi, termasuk Unimor, dalam mencetak generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
Menurutnya, mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya berteori, tetapi juga berkontribusi langsung bagi kemajuan daerah.
“Unimor berada di wilayah perbatasan, dan itu adalah keistimewaan. Mahasiswa Unimor punya tanggung jawab moral untuk menjaga kedaulatan negara dan ikut membangun masyarakat perbatasan melalui pengetahuan dan inovasi,” kata Bupati Falent.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan cinta tanah air agar menjadi pelopor pembangunan di daerah-daerah perbatasan.
Rektor Unimor, Stefanus Sio, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati TTU atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman pemerintahan kepada mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memperkaya wawasan akademik sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintahan daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bupati TTU karena telah meluangkan waktu untuk hadir di kampus ini. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai inspirator bagi mahasiswa untuk lebih memahami realitas pembangunan di wilayah perbatasan,” ujar Rektor.
Hal senada juga disampaikan Dekan FISIPOL, Aplonia Pala, yang menyebut bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya fakultas untuk menghadirkan tokoh-tokoh daerah yang memiliki komitmen terhadap kemajuan masyarakat dan pembangunan nasional.
Kegiatan kuliah umum berlangsung dinamis. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar isu perbatasan, pemerintahan daerah, dan strategi pembangunan ekonomi masyarakat perbatasan.
Bupati Falent menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan memberikan contoh konkret dari pengalaman lapangan di TTU.
Kuliah umum ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai bentuk penghargaan dari pihak kampus kepada Bupati TTU.*
Alberto

