DaerahSulawesi

Desas-desus Dibalik Tender Mega Proyek di Muna Barat

 

BeritaNasional.ID, MUNA BARAT — Desas-desus lelang tender sejumlah Mega proyek di Wilayah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara satu persatu mulai terungkap.

Beberapa waktu lalu, Aliansi Masyarakat Laworo Menggunggah mempertanyakan keabsahan beberapa pemenang tender yang diduga tidak prosedural alias fiktif.

Rupanya, kecurigaan para mahasiswa itu mulai menemukan titik terang, rupanya memang tidak ada server lelang yang disediakan, tapi ada saja perusahaan yang memenangkan sejumlah pekerjaan di daerah tersebut, dengan jumlah paket yang banyak.

Berdasarkan temuan tersebut, publik pun bertanya-tanya apakah pemenang tender Mega proyek di Bumi Praja Laworo itu ditunjuk langsung? perkara ini, hingga memunculkan spekulasi, bahwa pemenang lelang proyek hanyalah orang-orang terdekat yang berada didalam sistem.
Perlu diketahui, ada dua perusahaan yang diduga menguasai sejumlah proyek, berdasarkan dugaan Aliansi Mahasiswa Laworo Menggugat saat melakukan demontrasi beberapa hari lalu. Pertama, CV Adhid Jomphy, milik Pokja atas nama Ns.Jabur tidak lain adalah pegawai LPSE. Perusahaan itu, menang tender sebanyak 8 paket dengan anggaran sebesar Rp 4.557.900.000 dan melampaui sisa kemampuan paket.
Selanjutnya dengan CV Ghaniyu Qootahu Mandiri milik Pokja atas nama Faqqih. Perusahaan ini menang tender sebanyak 9 paket, dengan total anggaran Rp7.987. 300.000. Dan itu dinilai melampaui sisa kemampuan paket dalam tahun anggaran 2020.
Bukan hanya itu, ada belanja jasa internet kantor dan unit kerja pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sebesar Rp 600.000.000 dinilai bermasalah. Pasalnya, server tidak pernah aktif.
Berangkat dari hal tersebut di tahun 2021 ini, juga tak ada server lelang. Sebab, tidak ada anggaran pengadaan. Sementara, sejumlah Mega proyek telah ada pemenang lelangnya.
“Mau ikut lelang, tinggal komunikasi saja dengan penyedia jaringan. Tapi, tidak ada server lelang tahun ini. Tidak ada pengadaannya. Alasannya, saya tidak tahu,” ungkap Ahmad Shabir, Kabag Layanan, Pengadaan Barang dan jasa. Selasa, (12/10/2021).
Berkaitan dengan informasi, bahwa pemenang tender ditunjuk langsung dari orang-orang terdekat, lanjutnya, itu terlalu subyektif. Pasalnya, ada persyaratan yang wajib dipenuhi perusahaan yang ingin mengikuti lelang proyek.

“Terlalu subyektif kalau ada informasi seperti itu. Ada tahapan yang harus ditempuh. Misalnya saja, kalau ada perusahaan ikut lelang, katakan mau bangun jalan, harus memiliki peralatan. Entah itu milik sendiri atau orang lain,”tambahnya. Kendati demikian, sulitnya mengakses server lelang proyek di Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, tak bisa lagi ditutup-tutupi. (LM Sacril)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button