Di Wisuda ke-VII 2025 IAKN Kupang, Gubernur NTT Apresiasi Kepemimpinan Visioner Rektor I Made Suardana

BeritaNasional.ID, KUPANG – Suasana haru dan sukacita Aula Hotel Harper Kupang dipenuhi suasana haru dan sukacita pada Rabu pagi (22/10/2025), saat Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang) kembali mengukir sejarah lewat pelaksanaan Wisuda ke-VII Tahun 2025.
Sebanyak 359 lulusan resmi dikukuhkan oleh Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana, dalam upacara penuh hikmat dan sukacita iman.
Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan juga perayaan atas dedikasi dan komitmen IAKN Kupang dalam membentuk generasi muda Kristen yang cerdas, berkarakter, dan melayani dengan kasih.
Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan apresiasi luar biasa kepada Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana, yang dinilainya sebagai pemimpin visioner, energik, dan inspiratif dalam membangun pendidikan tinggi keagamaan di wilayah timur Indonesia.
“Saya melihat sosok Rektor Suardana ini luar biasa — energik, penuh semangat, dan membawa IAKN Kupang ke arah yang semakin maju. Kampus ini sudah lengkap, dari jenjang doktor hingga sarjana. Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi besar beliau dan seluruh civitas akademika,” ujar Gubernur.
Gubernur menilai, di bawah kepemimpinan Rektor Suardana, IAKN Kupang telah menjelma menjadi mercusuar pendidikan teologi dan iman Kristen di kawasan timur Indonesia.
Ia menegaskan, kehadiran IAKN Kupang menjadi pusat pembentukan iman dan karakter generasi muda NTT yang kokoh menghadapi tantangan zaman.
“Kehadiran IAKN Kupang ini penting sekali. Kampus ini bukan hanya melahirkan sarjana, tetapi juga membentuk pelayan yang membawa terang Kristus bagi masyarakat,” imbuhnya.
Gubernur Melkiades juga menyinggung makna spiritual di balik momentum wisuda yang bertepatan dengan bulan keluarga GMIT dan bulan Rosario umat Katolik pada Oktober.
“Kita bersyukur karena di bulan ini, seluruh umat Tuhan di NTT bersatu dalam semangat keluarga dan doa. Momentum wisuda ini mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati harus berakar pada iman, kasih, dan kebersamaan,” katanya.
Ia juga mengajak para lulusan untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan NTT di bidang literasi, kesehatan, dan pembentukan karakter generasi muda.
“Hari ini kalian bukan hanya menerima gelar, tetapi memasuki kampus kehidupan yang sesungguhnya. Jadilah pelopor kebaikan dan benteng moral bagi masyarakat NTT,” tegasnya.
Gubernur menutup sambutan dengan semangat yang menggugah: “Ayo bangun IAKN Kupang, ayo bangun NTT!”
Sebelumnya, Rektor IAKN Kupang, I Made Suardana menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh wisudawan yang telah menuntaskan perjuangan di tengah dinamika kehidupan kampus.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan hari ini tidak terlepas dari kerja keras para mahasiswa, dukungan dosen, serta doa dan pengorbanan para orang tua.
“Para dosen dan orang tualah yang menciptakan lulusan hebat yang berdiri di sini hari ini. Mereka telah menanamkan moralitas, profesionalisme, dan semangat pelayanan yang menjadi ciri khas lulusan IAKN Kupang,” ujar Rektor Made Suardana.
Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan IAKN Kupang sebagai tempat anak-anak mereka ditempa dalam ilmu, iman, dan karakter.
Ia menilai, keberhasilan setiap mahasiswa merupakan hasil dari kerja sama yang harmonis antara kampus, keluarga, dan komunitas iman.
Wisuda ke-VII kali ini menjadi istimewa karena mencakup lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Sebanyak empat orang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor (S3) Teologi, disusul 37 lulusan magister (S2) Pendidikan Agama Kristen, serta 318 lulusan program sarjana dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Fakultas Ilmu Sosial dan Kepemimpinan Kristen (FISKK), dan Fakultas Seni dan Kebudayaan Kristen (FSKK).
Dari jumlah tersebut, FKIPK menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 242 orang, diikuti FISKK sebanyak 43 orang dan FSKK 33 orang.
Mereka semua kini resmi menyandang gelar akademik dan diutus untuk melayani masyarakat sesuai panggilan iman dan profesi masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Rektor Made Suardana juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wisudawan karena pelaksanaan wisuda sempat mengalami penundaan dari jadwal semula, yaitu 29 September 2025, sehari setelah Dies Natalis IAKN Kupang.
Penundaan itu terjadi akibat kendala teknis dalam sistem data akademik nasional yang membuat 171 mahasiswa belum terverifikasi kelulusannya.
Namun, setelah dilakukan pembenahan, seluruh data telah terselesaikan dengan baik dan para mahasiswa kini resmi diwisuda.
“Puji Tuhan, semua data kini sudah selesai dan mahasiswa berhak menerima ijazah pada hari ini. Kami tidak ingin merugikan mahasiswa ketika mereka membutuhkan ijazah untuk mendaftar CPNS atau memasuki dunia kerja. Karena itu, kami pastikan semuanya tuntas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan berbagai capaian membanggakan yang telah diraih IAKN Kupang selama beberapa tahun terakhir.
Dua program studi telah memperoleh akreditasi “Baik Sekali”, dan kini pihak kampus tengah bersiap menghadapi proses akreditasi institusi.
Ia juga menegaskan komitmen IAKN Kupang untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan, termasuk memperjuangkan pembukaan Program Profesi Guru (PPG) agar calon guru agama Kristen di wilayah NTT tidak perlu lagi menempuh pendidikan jauh ke luar daerah.
“Kami sedang berjuang agar PPG dapat dibuka di IAKN Kupang. Dengan begitu, para guru agama bisa belajar dan melayani cukup di sini. Kami yakin Tuhan akan memberkati langkah ini,” ujar Rektor.
Selain peningkatan mutu akademik, IAKN Kupang juga tengah mengembangkan sarana pembelajaran berbasis teknologi modern.
Rektor menuturkan keinginannya agar setiap ruang kuliah dilengkapi dengan layar interaktif dan akses internet yang kuat, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan produktif.
Ia menilai, kemajuan teknologi harus menjadi bagian penting dari upaya transformasi pendidikan Kristen di era digital.
Dalam momen wisuda itu pula, para lulusan secara simbolis diserahkan kepada Ketua Ikatan Alumni IAKN Kupang, Simon Kase, sebagai wujud penguatan jejaring alumni dan sinergi antara kampus dan lulusan.
Rektor berharap agar para alumni tidak hanya menjadi saksi keilmuan, tetapi juga menjadi garam dan terang dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa.
“Berikanlah kontribusi terbaik kalian di mana pun berada. Kalian adalah wajah IAKN Kupang di tengah dunia. Jadilah profesional yang berkarakter, berintegritas, dan membawa kasih Kristus dalam setiap karya,” pesan Rektor.
Upacara wisuda ke-VII ini menjadi momentum penting bagi perjalanan panjang IAKN Kupang sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen di Nusa Tenggara Timur.
Di usia yang telah memasuki 18 tahun, IAKN Kupang terus berbenah menuju kampus yang unggul, produktif, dan transformatif.
Rektor menegaskan bahwa seluruh civitas akademika berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, demi memperluas dampak pendidikan Kristen bagi masyarakat.
“IAKN Kupang akan terus tumbuh sebagai ruang belajar yang produktif, berintegritas, dan berlandaskan kasih Kristus. Kita dipanggil bukan hanya untuk mencerdaskan, tetapi juga untuk mentransformasi kehidupan,” ujar Rektor Suardana.*
Alberto



