MamujuSulawesi Barat

DKPPKB Sulbar Ajak Masyarakat Kenali Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan

Beritanasional. ID MAMUJU SULBAR– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi kesehatan. Edukasi tersebut disampaikan melalui program Bincang Malaqbi TVRI Sulawesi Barat yang mengangkat tema “Mengukur Bahaya Asap Karhutla: Membaca Kualitas Udara, Mewaspadai Risiko Kesehatan.”

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2PKL) DKPPKB Sulbar, dr. Muh Ihwan, hadir sebagai narasumber dalam dialog yang tayang pada Jumat (23/10/2026) di TVRI Mamuju. Dialog tersebut turut menghadirkan Ayu Indrawati, ahli muda prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Tampa Padang, dengan Imelda Adhiyanti sebagai presenter.

Keterlibatan DKPPKB Sulbar dalam dialog ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi publik mengenai hubungan antara kualitas udara dan risiko kesehatan, terutama ketika masyarakat menghadapi paparan asap karhutla.

Asap karhutla dapat membawa partikel halus dan zat pencemar yang mengganggu saluran pernapasan. Paparan asap berpotensi memicu batuk, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit pernapasan maupun penyakit jantung.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat asma atau penyakit paru dan jantung. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Melalui edukasi kesehatan, DKPPKB Sulbar mendorong masyarakat mengambil langkah perlindungan sederhana, seperti mengurangi paparan asap, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela saat asap masuk ke rumah, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala yang memburuk.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan menjangkau masyarakat luas. Menurutnya, penyebaran informasi melalui media penyiaran menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan dan mendorong perilaku pencegahan.

Kolaborasi DKPPKB Sulbar dan TVRI Sulawesi Barat diharapkan membantu masyarakat memahami dampak asap karhutla serta langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga. Informasi yang tepat juga penting agar masyarakat mampu mengenali tanda bahaya dan mengetahui kapan harus mengakses pelayanan kesehatan.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sekaligus mendukung visi pembangunan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

DKPPKB Sulbar mengajak masyarakat untuk terus mengikuti informasi kualitas udara dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melindungi kesehatan dari dampak asap bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan.

N

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button