Dorong Peningkatan Produksi Telur, BI dan Pemkab Situbondo Salurkan Bantuan ke Kelompok Ternak Milenial

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Upaya mendorong kemandirian pangan terus digencarkan di Kabupaten Situbondo. Melalui kegiatan Road to Sekarkijang Creative Fest 2026, Bank Indonesia (BI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar program capacity building untuk penguatan kapasitas dan kelembagaan klaster pangan peternak milenial.
Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas Peternak Ayam Petelur dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan serah terima bantuan sarana produksi ternak ayam petelur kepada Kelompok Ternak Jasabagus II.

Perwakilan BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas peternak.
“Selain bantuan sarana dan prasarana, hari ini kami menyerahkan dua kandang dengan kapasitas masing-masing sekitar 500 ekor ayam. Totalnya bisa mencapai 2.000 ekor. Kami juga memberikan pendampingan capacity building, mulai dari teknik produksi yang efisien hingga teknologi pakan sederhana,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, program ini merupakan tahap awal yang akan terus berlanjut dengan monitoring dan evaluasi. Harapannya, model pendampingan ini dapat diterapkan secara lebih luas di kelompok peternak lainnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan bahwa kebutuhan telur di Situbondo masih jauh dari cukup.
“Data menunjukkan konsumsi telur di Situbondo mencapai 17 ton per hari, sementara produksinya baru sekitar 3,5 ton. Ini peluang besar yang harus diisi, terutama oleh anak-anak muda,” kata pria yang akrab disapa Mas Rio.
Menurutnya, pemerintah daerah telah mulai menggerakkan generasi muda untuk terjun ke sektor peternakan sebagai wirausaha baru. Bahkan, Pemkab Situbondo tengah menyiapkan program akademi peternak serta menargetkan lahirnya 1.000 peternak muda, termasuk dari kalangan pelajar SMA.
“Kami ingin anak-anak muda ini tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Harapannya, ke depan kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, bahkan menjual ke luar daerah,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis peternakan berkelanjutan.
