kupang

Dua Profesor Baru, Undana Makin Kuat

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) akan mengukuhkan dua guru besar baru pada Rabu, 14 Januari 2025.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting karena menandai pencapaian tertinggi jabatan fungsional dosen sekaligus penguatan kualitas sumber daya akademik Undana.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan rangkaian paling akhir yang wajib dilalui seorang dosen sebelum jabatan profesor secara resmi melekat.

“Pengukuhan guru besar adalah puncak dari perjalanan akademik seorang dosen. Ini merupakan perjuangan panjang dan menjadi cita-cita semua dosen yang berkiprah di perguruan tinggi,” kata Prof. Jefri saat ditemui Bernas diruang kerjanya, Selasa 13 Januari 2026.

Menurut Rektor, setelah prosesi pengukuhan dilaksanakan, status guru besar akan ditetapkan dan melekat secara resmi, baik secara akademik maupun kelembagaan.

Terkait capaian guru besar pada periode kepemimpinannya, Prof. Jefri menekankan bahwa keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu semata, melainkan buah dari proses kolektif yang panjang.

“Ini adalah bagian dari proses yang dimulai oleh pimpinan sebelumnya, didukung oleh fakultas, program studi, komunitas akademik, hingga perjuangan profesor yang bersangkutan dan rekan-rekan akademiknya,” jelasnya.

Prof. Jefri berharap pengukuhan dua guru besar ini dapat menjadi pemantik dan motivasi bagi dosen-dosen lain di lingkungan Undana untuk segera menyusul meraih jabatan guru besar.

Ia menyebutkan bahwa target ideal proporsi guru besar di Undana berada pada kisaran 15 hingga 20 persen, dan optimistis angka tersebut dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Dengan komitmen bersama, target itu pasti bisa kita penuhi,” ujarnya optimistis.

Lebih lanjut, Prof. Jefri menjelaskan bahwa seluruh proses pengangkatan guru besar telah diatur secara jelas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Oleh karena itu, universitas berperan sebagai fasilitator dalam membantu dosen memahami dan menjalani proses tersebut.

“Kami mengantisipasi dan mempelajari regulasi yang ada agar bisa mempermudah dosen naik ke jenjang guru besar. Peran kami adalah sebagai fasilitator,” tegasnya.

Rektor juga menaruh harapan besar agar para guru besar yang dikukuhkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.

Selain itu, kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran mahasiswa dan riset yang aplikatif bagi masyarakat juga menjadi penekanan utama.

“Kami berharap ilmu kepakaran para guru besar dapat diimplementasikan untuk mahasiswa dan riset yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Adapun dua guru besar yang akan dikukuhkan dalam acara tersebut yakni:
Prof. Andreas Ande, dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sejarah Kebudayaan Daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana.

Prof. Thomas Mata Hine, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Undana.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Undana sebagai perguruan tinggi negeri di Nusa Tenggara Timur yang terus mendorong lahirnya profesor-profesor baru, memperkuat riset, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button