El Nino Mengancam, PUPR Sulbar Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

BeritaNasional. ID MAMUJU SULBAR— Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menurunkan ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor menyusul undangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dalam Rapat Koordinasi Satgas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Nino Wilayah Pulau Sulawesi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Upaya tersebut sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, terutama dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.
Antisipasi terhadap ancaman kekeringan menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian di tengah potensi perubahan kondisi iklim.
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin mengatakan, potensi dampak El Nino perlu diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur, pemantauan kondisi sumber daya air serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya dirasakan masyarakat. PUPR harus memastikan infrastruktur sumber daya air dalam kondisi siap, sekaligus mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Koordinasi dan data lapangan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan,” ujar Surya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Sulbar, Suriana Zain, menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat pemantauan terhadap kondisi jaringan irigasi dan sumber-sumber air di wilayah Sulawesi Barat.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar potensi gangguan terhadap ketersediaan air, khususnya untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian, dapat diminimalkan.
“Kami akan melakukan pemantauan kondisi sumber daya air dan jaringan irigasi, termasuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi mengalami kekurangan air. Data kondisi lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait,” kata Suriana.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, pemerintah daerah diminta menyiapkan informasi mengenai kondisi kekeringan serta langkah penanganan di masing-masing wilayah. PUPR Sulbar akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan terhadap infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi, bendung, embung dan sarana pendukung lainnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko dampak El Nino bagi masyarakat Sulawesi Barat.



