Harga Aspal Naik Hingga 40%, Penyesuian Harga dan Regulasi Menyebabkan Proses Lelang Diperpanjang

Beritaasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Akibat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik berdampak pada kenaikan aspal hingga 40%. Yang pertama kena imbasnya, akibat kenaikan aspal adalah Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK).
Ansori, Kepala Dinas BSBK bersama timnya harus bekerja extra untuk melakukan penyesuaian. Baik penyesuaian harga maupun regulasi. Agar pembangunan berjalan lancar dan selesai tanpa menimbulkan persoalan hukum.
“Untuk melakukan penyesuaian dengan kenaikan harga aspal, membutuhkan waktu dan fikiran ekstra. Oleh karena itu proses tender perbaikan jalan-pun juga harus diperpanjang,” kata Ansori pada media.
Naiknya harga BBM memang menjadi dilema, baik bagi penyedia jasa maupun Pemkab. Pengaspalan jalan dilanjutkan membuat penyedia jasa ketar-ketir, tidak dilanjutkan, infrastruktur akan terbengkalai.
Salah seorang penyedia jasa, S, mengatakan, pihaknya bekerja untuk mendapatkan hasil. Setelah ada penyesuaian, harga melonjak hingga 105 persen dari pagu anggaran. Memang tidak rugi, tapi kita kerja bakti.
“Penyesuaian harga yang dilakukan Dinas BSBK sudah pas. Bahkan disertai regulasi agar tidak melanggar aturan. Namun kenaikan harga aspal yang terlalu tinggi, membuat penyedia jasa harus berfikir dua kali untuk mengerjakan proyek jalan,” jelasnya.
Sebetulnya, kejadian seperti ini, kenaikan harga BBM yang menyebabkan harga aspal naik, tidak hanya terjadi di Bondowoso, tetapi terjadi di seluruh Bondowoso. Dan pemerintah seluruh terdampak, juga melakukan penyesuaian.
Kepala Dinas BSBK, Ansori membenarkan ada penyesuaian harga dan regulasi yang dilakukan Dinas BSBK. Dampaknya, proses tender diperpanjang sejak awal April 2026. Kasus ini bukan hanya terjadi di Bondowoso, tapi di seluruh Indoensia.
“Proses lelang sedikit mengalami kendala dipicu oleh harga aspal yang mencapai Rp2,4 juta dari sebelumnya sekitar Rp1,7 juta, atau naik sekitar Rp700 ribu. Untuk itu kami mengecek langsung harga aspal ke AMP Jember dan Situbondo,” jelasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



