Malang

Hujan Deras Terjang Kabupaten Malang, Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan

BeritaNasional.ID, Kabupaten Malang – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Malang sejak Senin dini hari memicu banjir dan tanah longsor di enam kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan puluhan rumah warga terendam, sejumlah jalan penghubung antardesa terganggu, hingga jembatan mengalami kerusakan. Enam wilayah terdampak meliputi Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, dan Tirtoyudo, Senin (2/11/2026).

Dampak paling menonjol terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan. Sejumlah titik longsor menutup akses transportasi, sementara luapan sungai menggenangi permukiman dan jalur penghubung warga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak dini hari menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat serta memicu longsor di beberapa lokasi.

Di Kecamatan Ampelgading, banjir melanda Desa Lebakharjo setelah debit Sungai Kedungondo meningkat. Air mulai memasuki permukiman sekitar pukul 05.00 WIB, terutama di wilayah Krajan 2.

Sedikitnya 43 rumah warga terdampak genangan yang tersebar di lima RT. Rinciannya, 10 rumah di RT 21, sembilan rumah di RT 22, 19 rumah di RT 26, empat rumah di RT 27, dan satu rumah di RT 29.

Selain banjir, longsor terjadi di Desa Tirtomoyo hingga menutup akses jalan provinsi. Pengendara yang hendak menuju Malang diarahkan melewati Desa Purworejo menuju Desa Sidorenggo sebagai jalur alternatif.

Sementara itu, di Kecamatan Bantur, longsor di Desa Sumberbening berdampak pada jaringan listrik dan mengancam tiang listrik. Pihak PLN telah menerima laporan dan melakukan penanganan.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi pada jembatan penghubung Desa Pringgondani dengan Desa Rejosari. Tembok penahan jembatan dilaporkan ambrol dengan ukuran sekitar empat meter lebar, empat meter panjang, dan enam meter tinggi.

Tak hanya itu, jalan penghubung Dusun Sumberbendo menuju Sumberwaloh mengalami ambles sepanjang kurang lebih 25 meter dengan kedalaman sekitar lima meter. Meski sebagian badan jalan terdampak, akses masih bisa dilewati kendaraan roda dua melalui satu sisi jalan.

Di Kecamatan Dampit, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Watusuko dan Desa Polaman. Longsor di Desa Polaman sempat mengganggu jalur penghubung Kecamatan Dampit dengan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sedangkan akses jalan di Desa Watusuko kini sudah kembali dapat dilalui.

Banjir luapan juga terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran. Genangan sempat merendam jalur utama desa menuju jalan raya serta jalan alternatif yang melintasi jembatan.

Untuk sementara, warga dapat menggunakan jalur memutar melalui Desa Swaru. Dua warung dilaporkan terdampak genangan, sementara kawasan permukiman warga relatif aman.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, longsor terjadi pada jalur penghubung Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, menuju Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Terdapat dua titik longsor di bahu jalan, masing-masing memiliki panjang sekitar 25 meter dengan ketinggian tebing mencapai 15 meter dan 10 meter.

Sementara di Kecamatan Tirtoyudo, longsor menutup separuh badan jalan di Dusun Krajan, Desa Tirtoyudo, tepatnya di RT 8 RW 2 dan RT 10 RW 2. Longsor lainnya terjadi di Desa Purwodadi, berupa material tanah dari tebing halaman rumah warga.

BPBD Kerahkan Tim dan Alat Berat

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Malang langsung menerjunkan sejumlah personel ke wilayah terdampak. Penanganan dilakukan dengan membagi petugas ke beberapa tim untuk mempercepat pemantauan, pembersihan material longsor, serta penanganan dampak banjir.

Tim pertama difokuskan untuk penanganan dan pemantauan wilayah Ampelgading. Tim kedua bergerak ke Kecamatan Sumbermanjing Wetan, meliputi Desa Klepu dan Sitiarjo.

BPBD juga mengerahkan tim excavator untuk mendukung penanganan longsor di wilayah Ampelgading dan Tirtoyudo. Sementara satu tim lainnya difokuskan menangani dampak bencana di Kecamatan Bantur.

Dalam proses penanganan, BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, terutama alat berat untuk membersihkan material longsor serta truk tangki guna membantu penyemprotan badan jalan pascabencana.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Muspika dari enam kecamatan, Bina Marga Provinsi, PU Nasional, BBWS Brantas, pemerintah desa, PMI Kabupaten Malang, Poslap Tirtoyudo, Tagana, serta masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan sementara BPBD, tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

Khusus di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, kondisi banjir dilaporkan mulai surut. Akses jalan yang sebelumnya tertutup juga sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, baik melalui jalur Sonowangi maupun Tumpak Bundu. Meski demikian, proses pembersihan sisa material masih berlangsung.

BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pemantauan dan penanganan di seluruh lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. (Den/ady)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button