Kadin Jatim Gaspol Benahi Vokasi, Soroti Ketimpangan Lulusan dan Kebutuhan Industri

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan pembinaan bagi pengurus Kadin daerah sebagai upaya memperkuat peran organisasi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kegiatan yang diikuti pengurus Kadin dari Kota Probolinggo, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang hingga Malang ini berlangsung pada Kamis (24/4) siang di salah satu gedung pertemuan di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran.
Mengusung tema “Peran Strategis Kadin dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi serta Tindak Lanjut Program Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV)”, kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Ketua Kadin Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi, selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kadin Jawa Timur terhadap pengurus di daerah. Ia juga menyambut hangat seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Berdasarkan data Apindo, hanya sekitar 10 hingga 20 persen lulusan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan industri.
“Ini menjadi problem bersama, baik bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun dunia pendidikan. Karena itu, TKDV hadir sebagai solusi untuk menyelaraskan vokasi dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru,” ujarnya.
Adik menegaskan, Kadin dinilai sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan industri. Hal tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 yang memperkuat peran Kadin dalam penyelarasan kurikulum dan pelatihan vokasi.
“Perpres ini menegaskan peran strategis Kadin sebagai penanggung jawab di beberapa sektor. Tujuannya jelas, untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri agar lebih relevan,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi bertajuk Peran Strategis Kadin dalam Revitalisasi Vokasi oleh Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti. Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi program kerja serta peluang magang ke luar negeri, khususnya ke Jerman dan Jepang, sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, Kadin Jawa Timur berharap sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri semakin kuat, sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.
(Yul/Bernas)



