Kajari Sentil Proses Lelang Pada Hakordia

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dzakiyul Fikri, berharap proses lelang proyek pemerintah dilakukan secara Gercep (Gerak cepat). Harapan itu disampaikan Dzakiyul Fikri saat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Aula Sabha Bina Praja Pemkab Bondowoso, Selesa (09/12/2025).
Menurut Fikri, sapaannya, lelang seharusnya langsung dilakukan saat anggaran sudah tersedia. “Kalau anggarannya sudah ada, kenapa harus menunda lelang? Lakukan saja dengan segera,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa proses lelang memiliki banyak tahapan yang rentan hambatan. Ada kalanya lelang dibuka tetapi tidak ada penawar. Kondisi tersebut membuat lelang harus dibatalkan. Hambatan lain muncul ketika persyaratan administrasi tidak terpenuhi oleh peserta lelang.
Kalau tidak ada yang lolos, lelang batal lagi. Fikri, sapaannya, juga menyinggung dinamika keberatan dari peserta lelang yang kalah. Menurutnya, hal semacam itu lumrah terjadi dalam proses lelang.
Namun, jika lelang diulang-ulang, waktu bisa habis sebelum proyek berjalan. Kalau waktunya habis, anggarannya tidak terpakai. Percuma. Potensi gratifikasi dalam proses pengadaan barang dan jasa juga menjadi perhatian Fikri.
“Percepatan lelang dapat meminimalkan potensi risiko tidak terserapnya anggaran. Percepatan lelang sangat membantu prtumbuhan ekonomi daerah. Pencairan anggaran pembangunan pada pertengahan tahun sangat ideal,” jelasnya.
Kalau cairnya anggaran di akhir tahun, semua pekerjaan akan dilakukan tergesa-gesa. Itu tidak sehat. Pencairan yang tepat waktu dapat mendorong aktivitas UMKM. Perputaran uang yang berlangsung di tengah tahun membuat ekonomi lokal bergerak lebih baik.
Fikri mengingatkan, pendapatnya tentang tahapan lelang bukan berarti intervensi Kejaksaan dalam proses lelang. Ia hanya mendorong agar pemenang lelang berasal dari pihak yang memenuhi ketentuan secara objektif.
Kajari juga menyarankan mempertimbangkan pelaku usaha lokal yang memiliki kapasitas. Kalau pelakunya orang lokal, tenaga kerja dan peralatannya dari Bondowoso, dampaknya akan kembali ke orang Bondowoso juga. (Syamsul Arifin/Bernas)



