Wartawan BeritaNasional.ID Terdaftar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Wisata

Kebun Raya Bulo , Destinasi Wisata Alam Buah-Buahan Pertama Di Sulbar

Wisata Alam Milik Masyarakat Dengan Ciri Khas Bulo

image_pdf

Polman Sulbar.Berita Nasional.ID –– Dispora kab Polman menggelar festival Buah-buahan Kebun Raya Bulo bertempat di Bulo Kec Bulo Kab Polman Prov Sulbar , Jumat 6 April .

Plt Dispora Polman A.Masri mengatakan Festival KRB adalah festival yang mengajak seluruh masyarakat maupun para wisatawan untuk menikmati hasil buah-buahan Kebun Raya Bulo (KRB) sekaligus memperkenalkan KBR ke manca Negara,sebagai salah satu tempat destinasi wisata Alam di kab Polman , yang didalamnya terdapat buah- buahan jenis Durian Otong yang merupakan khas daerah Bulo, Langsat dan Rambutan. Jelas A.Masri.

Plt Dispora kab Polman saat dikonfir oleh media (foto bernas)

Dengan Festifal KRB diharapkan masyarakat dapat lebih mengembangkan hasil perkebunan dan masyarakat dapat membeli hasil perkebunan Bulo dan dinikmati oleh masyarakat secara luas sehingga perputaran ekonomi dapat lebih cepat dan semakin meningkat.

Festival KRB ditahun ke 3 ini pelaksanaanya agak telat dikarenakan musim buah terkadang berubah-ubah , pelaksaan Festival terlaksana dengan tetap berkoordinasi dengan komunitas Kebun Raya Bulo dan Anak Bulo Mandiri (ABM) sehingga kedepannya Festival KRB bisa tepat waktu .ucap A.Masri MP

Lanjut A.Masri, di Kab Polman Provinsi Sulbar paling banyak aneka ragam jenis wisatanya , salah satunya adalah KRB Kab Polman dan merupakan salah satu aset wisata yang ada di Provinsi Sulbar

Lebih lanjut A.Masri mengatakan .Dengan berpromosi wisata , bagi para pengunjung wisatawan KRB digratiskan menikmati buah-buahan di tempat wisata , jika mereka ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh ,para pengunjung wisatawan harus membeli pada masyarakat .

Luas KBR sekitar 50 Ha yang sebahagian masih dalam.pengembangan dan merupakan milik masyarakat , Pengembangan wisata diluar dari musim buah yang ada di Bulo , kedepannya diharap akan dibangun wisata buatan , sehingga wisatawan tidak hanya berkunjung dimusim buah saja , tapi mereka bisa berkunjuang diluar musim buah , untuk menuju kesana tentu daya dukung masyarakat di butuhkan oleh pemerintah daerah , baik dari pelaku wisata dan komunitas KRB
dapat membagun wisata seperti bersepeda diatas tali atau wisata buatan lainnya , diserahkan kepada pelaku usaha atau komunitas untuk dikelola oleh pihak ke 3 , Dispora hanya sebatas mendampingi , terang A.Masri .

Daya pendukung wisata , pihak pemerintah setempat baik camat maupun desa agar menggunakan anggaran yang peruntukan pembangunan Infrastruktur dapat dipergunakan membagun daya dukung wisata tersebut , terkait kenyaman yang lebih bagi wisatawan kami meminta kepada masyarakat agar dapt membuat homestay di tempat mereka , menyiapkan kamar yang nyaman dengan fasilitas MCK yang bagus. Harap A. Masri .

Tetpisah Sekda A.Bebas Maggazali juga mengatakan Kebun Raya Bulo merupakan salah satu Destinasi wisata alam , Mengangkat muatan kearifan lokal pada agro wisata alam Kebun Raya Bulo (KRB) dimana berwisata sambil menikmati hasil tanaman buah- buahan yang perlu dikembangkan dengan menetapkan jadwal , tempat kegiatan yang jelas serta sepekan sebelum hari kegiatan dapat dilaksankan ivend seperti penyampaian Bupati Polman , sebelum festival harus ada ivend yang bernilai ekonomi bagi masyatakat Ucap A.Bebas .

Sekda Polman A.Bebas Manggasali saat diwawancara (foto bernas)

Untuk mengangkat nilai wisata alam , perlu ada ciri khas buah – buahan diluar Durian Otong , seperti buah Duku yang nilai ekonominya diatas dari buah langsat ,buah Manggis jadi ada fase-fase jenis buah-buahan .

Selain wisata alam , diharapkan nantinya dapat dibangun wisata buatan seperti water pack , bersepeda , off road , harap A Bebas .

Salah satu pelaku wisata alam buah-buahan KRB A.Mappauda dalam obrolan santai kepada media mengatakan dalam 1 pohon durian otong jika sudah berumur 5 tahun , bisa memiliki buah sampai 20 buah per pohonnya , dan tiap tahun berbuah , masyarakat pelaku wisata bisa menjual kepada wisatawan dengan nilai ekonomi 25 ribu perkilonya , jelas A. Mappauda .

Show More

Related Articles

Close