Jawa TimurProbolinggo

Kejar Target 275 Meter Selesai Desember, Proyek Rp4,4 Miliar di HOS Cokroaminoto Probolinggo Diterpa Keluhan Debu 

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Debu tebal menyelimuti Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo. Penyebabnya, proyek rehabilitasi saluran pematusan senilai Rp4,4 miliar yang saat ini tengah dikebut pengerjaannya.

Pantauan di lapangan BeritaNasional.ID, Senin (20/10/2026), satu unit ekskavator Volvo EC210B sibuk membongkar plat beton penutup saluran di kawasan ruko yang padat aktivitas. Bongkahan beton, besi, dan gundukan tanah galian berserakan di bahu jalan. Bekas galian pun digenangi air bercampur lumpur.

Aktivitas proyek di jalur protokol kota itu pun menuai keluhan. Warga sekitar mengaku terganggu dengan debu yang beterbangan masuk ke permukiman dan toko.

“Debu tebal berhamburan bikin sesak napas. Apalagi kalau ada kendaraan besar lewat, tambah parah debunya masuk ke rumah,” keluh Agus, warga sekitar lokasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala DPUPR-PKP Kota Probolinggo, Gofur Effendy, memberikan penjelasan. Ia membenarkan proyek tersebut tengah berjalan.

“Nama paketnya Rehabilitasi Saluran Pematusan Jl. HOS Cokroaminoto,” kata Gofur saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2026).

Gofur merinci, proyek ini bersumber dari APBD Kota Probolinggo dengan pagu anggaran Rp4.850.000.000. Pemenang tendernya adalah CV. Probolinggo Cemerlang dengan nilai kontrak Rp4.417.504.400,26.

Menurutnya, proyek ini bukan tanpa alasan. Rehabilitasi dilakukan untuk memperluas daya tampung saluran, sehingga mampu mengatasi persoalan banjir dan genangan yang selama ini menjadi langganan di kawasan Cokroaminoto saat musim penghujan.

“Untuk tahun ini yang dikerjakan sepanjang 275 meter. Sesuai kontrak, pekerjaan selesai tanggal 13 Desember 2026,” ungkapnya.

Soal debu yang dikeluhkan warga, Gofur mengaku sudah menginstruksikan pelaksana untuk melakukan penanganan di lapangan agar dampaknya tidak meluas.

“Terkait debu yang timbul akibat kegiatan memang tidak bisa dihindari, tapi sudah kami perintahkan untuk mengurangi debu yang kemana-mana diantaranya dengan menyiram air. Untuk material hasil galian sudah kita minta segera angkut keluar. Untuk tanah hasil galian yang basah memang butuh waktu paling tidak sehari baru bisa diangkut, dalam sosialisasi sudah disampaikan,” pungkas Gofur.

Kini warga berharap proyek strategis tersebut dapat rampung tepat waktu, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan pengguna jalan serta pedagang sekitar.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button